Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Desember 2009




Indahnya Memberi

Cinta itu indah. Karena ia bekerja dalam ruang yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.
Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: Memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin, atau bisa juga jadi pasti! Tapi itu efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga. Itu juga yang membedakan para pencinta sejati dengan para pencinta palsu. Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air. Maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.
Para pencinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemu dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.
Bukan hanya itu. Rencana memberi yang terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Seperti pohon yang tergantung dari siraman air dan cahaya matahari. Itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis hakikat ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup. Karena Itu kehidupan yang mereka bangun seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi, mereka segera merasakan kehilangan yang menyayat hati. Tiba-tiba ada ruang besar yang kosong tidak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang.
Barangkali suatu saat kamu tergoda untuk menguji dirimu sendiri. Apakah kamu seorang pencinta sejati atau pencinta palsu. Caranya sederhana. Simak dulu pesan Umar bin Khattab ra. ini : hanya ada satu dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh setiap orang pada saat pasangan hidupnya wafat; merasa bebas dari beban hidup atau meresa kehilangan tempat bergantung. Sekarang bertanyalah pada pasangan hidup anda tanpa ia ketahui: jika aku mati sekarang, apakah engkau merasa bebas dari sebuah beban atau akan merasa kehilangan tempat bergantung? Kalau dia merasa kehilangan, maka di langit hatinya akan ada mendung pekat yang mungkin menurunkan hujan air mata yang amat deras. Jika tidak, mungkin senyumnya merekah sambil berharap kepergianmu akan memberinya kesempatan baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Oleh M. Anis Matta, Lc

Sabtu, 28 November 2009

Sabar atau Mengeluh

Celoteh kali ini berkenaan dengan seberapa kuat bertahan dalam kesabaran dan seberapa sering menunjukan diri dengan mengeluh dalam kehidupan secara sadar . Satu nasihat bijak didapatkan dari seorang teman ketika saya menuliskan “Ingin tunjukan kepada dunia tak hanya ada karena masa lalu tapi masih ada harapan bagi yang baru.” Nasihatnya; “sabar ya.” Sungguh menarik kata bijak tersebut sehingga menjadi sumber inspiratif untuk ditorehkan :mrgreen:
SabarKata atau kalimat yang mengandung kata sabar biasanya kita temukan disaat menghadapi kondisi atau situasi yang kurang menggembirakan. Tapi itu pun tidaklah mutlak adanya, seperti halnya saya tadi sebenarnya hanya menuliskan sebait lirik lagu yang sedang didengarkan :-D Memang sih kalau ditelaah lebih dalam lagi seberapa sering frekuensi munculnya sebagai timbal balik dari kondisi yang kurang enak (sebagai contoh; hadirnya musibah sehingga mengakibatkan kehilangan anggota keluarga, materi dan sebagainya) yang tiada lain sebagai rasa simpati antar sesama.
Rasa sabar dan keluhan terkadang sering terjadi pasa saat bersamaan. Lantas adakah perbedaan yang cukup significant antara kesabaran dan keluhan? Dan bagaimanakah kesabaran itu adanya?
Dalam hidup memang takkan lepas dari ujian yang diberikan Allah, apapun itu bentuknya. Dan dalam banyak media menyebutkan, tidak ada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan keluhan melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Bersikap sabar akan mengarah pada sikap memperbaiki diri, maka Insya Allah hal itu merupakan suatu kebaikan dan terpuji sebagai akibatnya, sementara keluhan atau mengeluh akan sia-sia belaka.
Segala bentuk ujian yang Allah berikan seyogyanya disikapi dengan baik. Sebab, ujian itu adalah salah satu cara Allah untuk meningkatkan derajat keimanan insan-Nya. Dalam firman-Nya, Allah katakan : “sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu sekalian (kepada Allah) agar Kami mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian.” (Qs. Muhammad :31).
Kaitannya dari hal tsb, Allah akan memberikan ganjaran yang tiada batas bagi orang-orang yang bersabar. “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Azzumar :10).
Dan Allah telah berfirman dalam Al Qur’an mengenai kesabaran ini; “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu itu. “(Qs. Ali Imran ayat 200).
Dari itulah kesabaran sangat perlu untuk ditanamkan dalam diri. Dimana sikap untuk bersabar telah tersirat dalam agama yang tentunya harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada-Nya dalam setiap menghadapi berbagai kondisi termasuk didalamnya musibah yang merupakan bentuk ujian dari Allah SWT.
Lantas bagaimana dengan mengeluh? Sesuai dengan kodratnya, manusia tidak ada yang sempurna, paling tidak dapat meminimalisir sampai ke titik terkecil yang berujung pada menghilangkan kebiasaan untuk mengeluh, hal itu yang mungkin perlu dilakukan. Kalau memang mengeluh itu akan sia-sia belaka, buat apa dilakukan? Semoga kita dijadikan sebagai umat-Nya yang sabar dalam kesadaran dan sadar dalam kesabaran , amin.
Wallahu’alam bishowab.

Selasa, 17 November 2009

Menunggu datangnya Keajaiban Do'a

Doa.... itulah tiga huruf yang membuat saya menjadi semangat dan memberikan banyak harapan.... dengan doa... seorang muslim mempunyai sebuah senjata ampuh untuk melawan yang namanya rasa Putus asa.

Sesungguhnya Allah telah menetapkan segala sesuatu yang akan terjadi pada makhluknya.Allah mewajibkan kita untuk mempercayainya,itu merupakan wujud kesempuranaan iman,Itulah takdir!Tiada yang kuasa merubahnya,kecuali Allah.

Hanya doalah satu-satunya senjata yang paling ampuh untuk merubah keadaan.Dalam segala kesulitan hidup,ada solusinya dengan usaha dan doa.Doa merupakan karunia Allah kepada makhluk,serta bukti kasih sayang-Nya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu,Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,”Doa itu bermanfaat terhadap apa-apa yang telah turun dan yang akan turun,maka hendaklah kalian beribadah kepada Allah dengan berdoa.” (Diriwayatkan oleh Hakim dan Ahmad).

Sabar

Kesabaran……….Itu Saudariku

Kesabaran……….Itu Saudariku

http://taipeimtyt.wordpress.com/2008...itu-saudariku/
Apa yang engkau rasakan di hari ini saudariku, tentang pernikahanmu? Masih sama-kah dengan hari yang dulu, ketika pertama kali engkau bersanding sebagai raja dan ratu sehari? Seusai ijab qabul yang diucapkan, yang ter-dengar begitu syahdu di telinga sehingga tak kuasa menahan uraian air mata. Tentu bukan kesedihan yang tengah menggelayuti batinmu. Air mata syukur karena saat itu, Allah SWT telah mengaruniakanmu pendamping hidup yang engkau dambakan selama ini. Mulai saat itu, bersama engkau mengarungi samudera di dalam bahtera rumah tangga. Banyak kejutan yang berasa pahit dan manis kautemui di tengah perjalanan kebersamaan. Kauanggap itu sebagai batu ujian yang harus dilalui karena sebelumnya engkau bukanlah siapa-siapa, namun tiba-tiba menjadi seorang istri dan ibu bahkan ratu di rumah tanggamu.

Ternyata tak gampang melakukan segala apa yang telah di ‘azamkan sebelumnya apatah lagi bagi yang tidak berazam untuk itu. Wanita nor-mal mana yang tak ingin menjadi istri sholihah. Mampu menerima dengan ikhlas segala ke-lebihan dan kekurangan suami. Membaktikan diri sepenuh hati kepada suami, untuk meraih ridho Illahi? Tentu setiap wanita mendamba-kannya. Menjadi istri sholihah membutuhkan kesabaran saudariku, seperti yang kita pahami bahwa pernikahan, suatu peristiwa fitrah, fiqyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya.
Sebuah ajaran suci yang menampik kehidupan membujang di satu sisi, namun juga menampik kebebasan interaksi laki-laki dan perempuan di sisi yang lain. Pernikahan adalah jalan tengah yang membentang antara dua ekstrim. Perni-kahan adalah melaksanakan setengah dien bagi kita sebagai muslim dimana dalam perjalanan-nya tidaklah semudah dan seindah yang di-bayangkan seperti saat sebelum menikah. Karena sebelum menikah biasanya kita hanya membayangkan hal yang indah-indah saja. Indahnya pernikahan analog dengan indah-nya pantai. Namun jangan lupa, siapa saja yang bertolak dari pantai untuk menyebe-rangi lautan, maka ia akan menemukan ganasnya ombak.

Ganasnya ombak dapat ditaklukkan dengan kesabaran dan membersihkan diri dari kehendak buruk. Dengan kesabaran ini pernikahan bisa menyatu dalam satu ikatan yang erat. Dalam Al Qur’an surat ar-Rum; tali temali perekat per-nikahan itu adalah mawaddah dan rahmah, cinta dan kasih sayang. Yang ideal adalah jika antara suami dan isteri diikat oleh perasaan mawaddah dan rahmah sekaligus. Dalam bahasa Arab, mawaddah mengandung arti kelapangan dada/ kesabaran dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Jadi cinta mawaddah adalah perasaan yang mendalam, luas, dan bersih dari pikiran serta kehendak buruk. Sedangkan rahmah me-ngandung pengertian dorongan psikologis untuk melindungi orang yang tak berdaya.

Demikian pentingnya sabar dalam perni-kahan, sampai-sampai ada orang mengata-kan, ”Bila sebelum nikah kesabaran kita hanya satu, maka setelah nikah kesabaran kita harus se-ratus”. Pertanyaannya, kesabaran seperti apa yang harus kita miliki dalam menjalani pernikahan? Ada lima macam bidang kesabaran:

Pertama, sabar menghadapi kekurangan pa-sangan, pernikahan adalah kesimpulan terakhir setelah seseorang mempertimbangkan semua ke-kurangan dan kelebihan pasangan. Tidak pada tempatnya bila setelah menikah seorang suami mengeluhkan kekurangan yang ada pada istri-nya. Demikian pula sebaliknya. Masing-masing harus menerima kekurangan atau kelebihan pa-sangannya dengan penuh kesabaran. Pernikahan adalah sarana untuk saling melengkapi, bukan untuk saling mengalahkan seperti yang tertulis dalam QS An-Nisa ayat 1, Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa siapa saja yang menikah karena ketampanan atau kecantikan, maka satu saat rupa tersebut akan menghinakan-nya. Kecantikan dan ketampanan itu sementara sifatnya, tidak langgeng. Ketika belum menikah, pasangan kita begitu cantik rupawan, tapi setelah mempunyai anak maka kecantikan itu akan menurun untuk kemudian hilang sama sekali setelah tua.

Kedua, sabar menghadapi godaan, siapa saja yang tidak membawa bekal dan per-siapan yang matang, tidak mustahil bahtera ru-mah tangganya akan karam ditelan gelombang. Menikah adalah ikatan yang teramat suci lagi kuat, mitsaqan ghalidza, sehingga jangan di-nodai dengan saling menyakiti. Waspadalah ter-hadap godaan setan yang terkutuk, karena setan tak henti-hentinya menggoda untuk menhancur-kan ikatan yang suci tsb. Dengan demikian, menjaga tali pernikahan agar tetap kokoh termasuk jihad akbar. Arasy’ tidak akan ber-guncang saat seseorang meninggalkan shaum wajib, tidak akan berguncang saat seseorang lalai dalam shalat, namun ia akan berguncang tatkala sepasang suami istri memutuskan untuk bercerai.

Ketiga, sabar menghadapi kekurangan dan keter-batasan rezeki. Berapa pun rezeki yang kita dapat, kita harus mampu mensyukurinya. Dengan syukur itulah Allah akan menolong rumah tangga kita dan melipatgandakan rezeki yang kita dapatkan. Allah SWT ber-firman; ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim : 7).

Keempat, sabar menghadapi keluarga dari pihak suami atau istri, karena dengan menikah berarti bersatunya 2 keluarga, keluarga istri dan keluar-ga suami yang terkadang dari pihak keluarga ini juga yang membuat timbulnya permasalahan.

Kelima, sabar dalam mendidik anak-anak, dalam mendidik anak-anak sangat membutuhkan kesa-baran, tetapi jika keempat kesabaran di atas bisadicapai, maka kesabaran dalam mendidik anak akan mudah dilakukan, karena kekompak-kan dan keharmonisan suami-istri akan dengan mudah menyelesaikan permasalahan-permasa-lahan dalam mendidik anak, yang tentu akan berdampak pada keberhasilan dalam mendidik anak-anaknya.

Sabar adalah sebuah keniscayaan. Karena itu, dalam QS Az-Zumar ayat 10, Allah SWT men-janjikan pahala luar bisa bagi orang yang sa-bar; ”…..Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. Tanpa adanya kesabaran, sebuah rumah tangga tidak akan bertahan lama.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan memasukkan kita dalam golongan orang-orang yang sabar, yang menjalani hidup ini penuh dengan kesabaran karena pada hakekatnya hidup memang perjuangan yang selalu membutuhkan kesabaran. Amiin.

Memang tiada ada wanita sempurna di bumi ini! namun perhiasan yang terindah itu adalah wanita yang sholihah, yang sabar tuk taat pada Allah dan suaminya. Demikian pula sebaliknya, laki-laki yang terbaik itu adalah yang paling baik terhadap istrinya dan tentu saja sabar serta lemah lembut dalam memperlakukan istrinya sebagai kunci sukses membentuk istri yang sholihah.

Dekatkan dirimu dengan-Nya dan selamat menerima hadiah cinta dari-Nya, saudariku! Semoga yang telah berkeluarga diberi mawaddah wa rahma dalam rumah tangganya dan yang masih sendiri akan dianugerahi-Nya kejutan yang tak terduga-duga. Apakah itu?! Hmmm….. Suami yang berakhlak Qur’ani! Aamiin, Ya Rabbal ‘aalamiin.

Senin, 16 November 2009

Ayat-ayat penguat iman, ketika sedang di beri ujian....semoga kita selalu diberi kekuatan oleh Allah yang maha Rahman dan Rahim..

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155) 

“…dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kami, kamu akan kembali.” (Qs. Al-Anbiya : 35)


“Adapun sebagian manusia apabila diberi ujian oleh Tuhannya yaitu diberi tempat yang mulia dan diberi kenikmatan kepadanya, maka ia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakan aku’. Adapun apabila Tuhannya mengujinya dengan membatasi rezekinya, dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakan aku.’” (Qs. Al-Fajr: 15-16)

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 153)

“…beristighfarlah kepada Rabb-mu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kalian beristighfar) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat atas kalian, juga memberi banyak harta dan anak keturunan…” (Qs. Nuh: 10-12)

Minggu, 15 November 2009

Mencari Pendamping Hidup

burung-cantikSuatu malam, Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA keliling keluar masuk lorong kampung mengontrol keadaan rakyatnya, suatu pekerjaan yang rutin dilakukan beliau dalam kapasitas sebagai kepala negara. Tiba-tiba beliau mendengar sebuah percakapan menarik dari rumah seorang wanita penjual susu:
“Ayo, bangunlah! Campurkan susu itu dengan air!”
“Apakah ibu belum mendengar larangan dari Amirul Mukminin”
“Apa larangannya, Nak?”
“Beliau melarang umat Islam menjual susu yang dicampur air”
“Ah, ayo bangun. Cepatlah kau campur susu ini dengan air. Janganlah engkau takut pada Umar, mana ada dia di sini!”
“Memang Umar tidak melihat kita, Bu. Tapi Tuhannya Umar melihat kita. Maafkan ibu, saya tidak dapat memenuhi permintaanmu. Saya tidak ingin jadi orang munafik, mematuhi perintahnya di depan umum, tapi melanggar di belakangnya”.
Dialog ibu dan anak ini sungguh sangat menyentuh Umar. Khalifah yang terkenal keras itu pun luluh dan terharu hatinya. Beliau sangat kagum dengan ketakwaan gadis miskin anak penjual susu itu.
Paginya beliau memerintahkan salah seorang putranya (Ashim) untuk meminang gadis miskin tersebut, “Pergilah kau ke sebuah tempat, terletak di daerah itu. Di sana ada seorang gadis penjual susu, kalau ia masih sendiri, pinanglah dia. Mudah-mudahan Alloh akan mengaruniakanmu dengan seorang anak yang shalih yang penuh berkah”.
Firasat Umar benar. Ashim menikahi gadis mulia itu, dan dikaruniai putri bernama Ummu Ashim. Wanita ini lalu dinikahi oleh Khalifah Abdul Aziz bin Marwan, dan mereka mendapatkan seorang anak laki-laki yang kemudian juga menjadi seorang khalifah yang terkenal zuhud, adil dan bijaksana, yaitu: Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Radhiyallohu Anhu.
Dalam memilih calon pendamping, seringkali kita hanya melihat dari luarnya saja. Yang sering dicari oleh orang-orang pada saat ini hanyalah kekayaan/materi, ketampanan, kecantikan, dan hal-hal lain yang bersifat duniawi. Padahal semua hal yang bersifat duniawi akan musnah sewaktu-waktu.
Boleh saja kita mencari calon pendamping hidup yang tampan, cantik, kaya, gagah. Namun yang paling utama dari semua itu, carilah calon pendamping yang memiliki iman yang kuat, taat pada perintah Allah. Hanya dengan pendamping hidup yang bertakwa, kita akan mampu menemukan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan penuh rahmat, Insya Allah.
Nabi SAW sudah memberikan sebuah peringatan: “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu bisa mencelakakan. Dan jangan kamu kawini wanita karena hartanya, mungkin hartanya itu bisa menyombongkannya. Akan tetapi kawinilah mereka karena agamanya, sesungguhnya seorang hamba sahaya yang hitam warna kulitnya tetapi beragama, itu jauh lebih utama”. (HR Ibnu Majah, Al-Bazar, dan Al-Baihaqi dari Abdullah bin Umar).

Selasa, 10 November 2009

Bersabarlah Wahai Saudaraku…

Seorang muslim sejati tidak pernah terlepas dari tiga keadaan yang merupakan tanda kebahagiaan, yaitu bila dia mendapat nikmat maka dia bersyukur, bila mendapat cobaan maka dia bersabar dan bila berbuat dosa maka dia beristighfar. Sungguh menakjubkan keadaan seorang muslim. Bagaimanapun keadaannya dia tetap masih bisa menuai pahala.

Betapa Mulianya Sabar
Diantara ketiga keadaan ini datangnya cobaan demi cobaan terkadang membuat hati kita mendongkol, lisan menggerutu dan tangan melayang lempar sana, lempar sini, tonjok kanan tonjok kiri. Lalu apa hasilnya? Ingatlah saudaraku semoga Alloh merahmatimu, sesungguhnya Alloh menjanjikan kebersamaan-Nya yang istimewa bagi orang-orang yang mau bersabar. Alloh Ta’ala berfirman, “Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar.” (Al Anfal: 46). Inilah kebersamaan khusus yang Alloh janjikan berupa penjagaan, pertolongan dan pembelaan di saat yang dibutuhkan. Bahkan dengan kesabaran jugalah kepemimpinan dalam agama bisa diraih. Alloh Ta’ala berfirman, “Dan Kami telah menjadikan pemimpin-pemimpin di kalangan mereka (Bani Isro’il) yang membimbing dengan petunjuk dari Kami tatkala mereka mau bersabar dan senantiasa meyakini ayat-ayat Kami.” (As Sajdah: 24). Sehingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Dengan sabar dan yakin itulah akan bisa diraih imamah/kepemimpinan dalam ad dien.”
Dan sifat sabar termasuk salah satu ciri yang melekat pada diri para Rosul manusia-manusia paling mulia di atas muka bumi. Alloh Ta’ala berfirman, “Sungguh para Rosul sebelum engkau (Muhammad) telah didustakan maka mereka pun bersabar terhadap pendustaan itu, dan mereka disakiti hingga tibalah pertolongan Kami.” (Al An’am: 34). Demikianlah betapa agungnya sabar. Sampai-sampai Rosul bersabda, “Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.” (Arba’in no. 19)
Pengertian Sabar dan Macam-Macamnya
Sabar adalah menahan jiwa dari mendongkol, menahan lisan dari berkeluh kesah dan marah serta menahan anggota badan dari melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan seperti menampar-nampar pipi atau merobek-robek kerah baju (Al Jadid fi Syarhi Kitab At Tauhid, hlm. 314). Sabar ada tiga macam; (1) Sabar dalam ketaatan, (2) Sabar dalam menahan diri dari melakukan kemaksiatan dan (3) Sabar dalam menghadapi takdir Alloh yang terasa menyakitkan.
Di antara ketiga macam sabar ini, sabar dalam ketaatan adalah macam sabar yang tertinggi. Namun adakalanya bersabar dalam menahan diri dari kemaksiatan justeru lebih berat daripada bersabar dalam ketaatan. Syaikh Al Utsaimin menjelaskan, Seperti misalnya cobaan yang menimpa seorang laki-laki berupa godaan wanita cantik yang mengajaknya untuk berzina di tempat sunyi yang tidak diketahui siapapun selain Alloh, sementara laki-laki ini masih muda dan memendam syahwat dalam dirinya. Maka bersabar agar tidak terjatuh dalam maksiat seperti ini menjadi lebih sulit bagi jiwanya. Bisa jadi mengerjakan sholat seratus rokaat itu lebih ringan baginya daripada harus menghadapi beratnya ujian semacam ini. (Al Qoulul Mufid, Syaikh Al Utsaimin)
Alloh Ta’ala berfirman, “Alloh mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imron: 146). Ujian demi ujian hendaknya justeru menempa kepribadian kita agar menjadi hamba yang semakin dicintai oleh Alloh Ta’ala, yang bersyukur bila mendapat nikmat, bertaubat bila berdosa dan bersabar dalam ketaatan, dalam menghindari maksiat dan tatkala menghadapi musibah. Wallohul musta’aan.
***
www.muslim.or.id
Artikel www.muslim.or.id

Rabu, 28 Oktober 2009




Keagungan Sedekah

Dimanakah letak keagungan hamba-hamba Allah yang bersedekah?

Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut : Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?" Allah menjawab, "Ada, yaitu besi"
(Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?" Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api"
(Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?" Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air"
(Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta. Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin"(Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?" Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan.

Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan. Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.

Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas?

Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kursi-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur.

Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa?

Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir. Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira.

Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.

Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya. Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).

Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, "Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah." "Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan," jawab Rasulullah.
Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. "Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya," ujarnya. Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut?

Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na’im telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!

Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah?

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan, sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini. (endin)



Kesibukan Istri Mengurus Rumah Tangga


Tugas seorang istri dalam sebuah rumah tangga adalah memberikan perhatian dalam masalah rumah tangga, akan tetapi itu bukanlah hal yang mudah karena dengan pekerjaan memasak, menyapu, mencuci pakaian, dan semisalnya yang memang menjadi tuntutan tugas sehari-hari memerlukan pembagian waktu yang bijak dan tepat sehingga tidak ada pekerjaan yang tercecer. Dengan kehadiran seorang pembantu rumah tangga diharapkan membantu seorang istri memiliki waktu istirahat yang cukup.

Dalam kondisi rumah yang berantakan, misalnya sepatu tercecer dimana-mana, maianan anak-anak ada disetiap sudut rumah, bahkan sisa makanan dilantai bertaburan, Maka hal itu akan memicu rasa sumpek dalam diri seorang suami tatkala pulang kerumah dengan memandang hal demikian.

Apabila suami melihat anak-anaknya dengan pakaian mereka lusuh dan menyebarkan bau tidak sedap, maka istri beralasan bahwa bukan kewajibannya mengurus itu semua. Istri menuntut suami agar mencarikan pembantu dengan mengesampingkan tinjauan-tinjauan syari'ah. Dengan hadirnya pembantu, diharapkan seorang istri memiliki waktu istirahat lebih banyak.

Ditinjau dari keinginan memiliki seorang pembantu, maka "Betul, pekerjaan istri memang berat. Namun, perlu dimengerti bahwa keadaan istri-istri sekarang jauh lebih baik daripada keadaan istri-istri sahabat yang mereka tentu lebih baik daripada istri-istri zaman sekarang. Terbukti bahwa pekerjaan mereka sangat sulit. Sebagai contoh adalah kisah-kisah sebagai berikut:

  • Dari Asma' binti Umais dia berkata, "Pernah pada suatu hari bersamaan dengan musibah yang Ja'far dan sahabat-sahabatnya (pasukannya), maka RasuluLlah mendatangiku dan saat itu aku telah selesai menyamak empat puluh kulit dan menggiling tepung, kemudian aku hampiri anak-anakmu dan kubersihkan wajah serta kuminyaki mereka"



  • Asma' binti Abu Bakar berkata, "Tatkala Zubair menikahiku, dia tidak memiliki harta benda di dunia ini. Tidak pula memiliki hamba sahaya, tidak memiliki apapun kecuali onta dan kuda, maka akhirnya akulah yang harus mengurusi kudanya"



  • Adapun Fathimah binti RasuluLlah, biasa menarik penggilingan sehingga tangannya lecet, mengambil air dengan qirbah sehingga bekas-bekas goresan qirbah itu membekas di lehernya, membersihkan rumah dan menyalakan tungku sehingga mengotori pakaiannya dan kesusahan dalam mengurus dirinya."



  • Dengan gambaran di atas, dapat dimaklumi bahwa pekerjaan seorang istri dirumah memanglah tidak mudah dan itu dikenal dari zaman kezaman sejak dahulu kala.

    Ibnul Qoyyim berkomentar tentang hal tersebut, "Sesungguhnya perjanjian-perjanjian yang umum dikembalikan pada tradisi, tradisi yang sudah umum adalah pengabdian seorang wanita dalam mengurus rumah tangganya.

    Apabila ada yang berdalil bahwa pekerjaan Fathimah dan Asma' hanyalah pekerjaan sukarela yang tidak mengikat, maka pernyataan itu dapat dibantah. Sebab, ternyata Fathimah juga mengeluhkan perihal pekerjaan yang berat itu.

    Ketika Rasulallah SAW melihat Asma' memanggul makanan ternak di atas kepalanya & saat itu Zubair di sampingnya, maka Nabi tidak mengatakan, "Ini bukan pekerjaan Asma", dan ini tindakan dhalim terhadapnya." Tapi beliau menyetujui pelayanan (Asma') dan semua sahabat yang lain juga menyetujui pelayanan istri mereka. Beliau memahami bahwa di antara tabiat wanita ada yang lapang menerima pekerjaan, tapi ada pula yang sebaliknya. Ini adalah perkara yang pasti."

    wasiat Rasululah tatkala Fathimah mengeluh untuk dicarikan pembantu, Rasul bersabda,
    "Maukah aku kabarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada pembantu? Hendaklah engkay ucapkanlah menjelang tidur, tasbih (SubhanaLlah) 33 kali, tahmid (AlhamduliLlah) 33 kali, dan takbir (Allahu akbar) 34 kali".

    Meskipun demikian bahwa pekerjaan rumah adalah urusan istri, hendaklah sebagai suami turut meringankan pekerjaan dengan membantu pekerjaan rumah yang selaras dengan kemampuan dan kelayakan bagi suami. Dalam sebuah hadist diceritakan "Rasullah SAW, beliau adalah semulia-mulia hamba. Beliau biasa menjahit pakaian, memperbaiki sandal dan menambal ember, tanpa mengurangi kemuliaannya".

    Ibnu Hajar berkata, "Hadits ini menganjurkan (suami) untuk bersikap tawadhu' (rendah hati), tidak sombong serta siap membantu istrinya".

    Namun demikian, bagi hamba-hamba yang mendapatkan rizki yang lebih boleh saja mempekerjakan seorang pembantu untuk keluarganya selagi sesuai dengan aturan Sya'riat. Karena hal ini termasuk sikap terpuji, lembut dan toleransi terhadap istri yang memang sarat dengan pekerjaan. Hal ini pernah juga dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat, dan hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang tabu.

    Minggu, 25 Oktober 2009

    Kumpulan Doa-doa

    1.Doa Menolak Bencana

    Laa ilaaha illalaahul kariimul 'azhiimu. Subhaanahu tabaarakalaahu rabbul 'arsyil 'azhiimi. Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina. Allaahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naari. Artinya : Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Maha Suci Dia, Maha Berkat Allah Tuhannya 'arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. (HR. Nasa'i)
    Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

    2.Doa Kesembuhan/Kesehatan Diri
     

    Allahumma 'aafinii fii badanii. Allaahuma 'aafinii fi sam'ii. Allaahumma 'aafinii fii basharii. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qabri laa illaaha illaa anta. Artinya : Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain-Mu. (HR. Abu Daud)

    3.Doa Dilindungi Dari Rupa-rupa Penyakit
     

    Allahumma innii a'uudzubka minal barashi wal junuuni wal judzaani wa sayyi'il aswqaami
    Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari penyakit celup, penyakit gila, penyakit kusta dan penyakit-penyakit buruk lainnya.


    4.Doa Menjenguk Orang Sakit/Kecelakaan
    Allahumma rabban naasi adzhibil ba'sa asyfi antasy syaafii laa syifaa'a illaa syifaa'uka syifaa'an laa yughaadiru saqaman. Imsahil ba'sa rabban naasi biyadikasy syifaa'u, laa aasyifa lahu illaa anta, as'alullaahal 'azhiima, rabbal ' arsyil 'azhiimi an-yasfiyaka. Artinya : Ya Allah Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran/penyakit itu dan sembuhkanlah ia, Engkaulah yang menyembuhkan,tak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi. Hilangkan lah penyakit itu, wahai Tuhan pengurus manusia. Hanya padamulah obat itu. Tak ada yang dapat menghilangkan penyakit selain Engkau, aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhannya 'arasy yang agung, semoga Dia menyembuhkan anda. (HR. Bukhari dan Muslim)

    5.Doa Mengobati Orang Sakit
     

    Bismillahirrahmaanirrahiimi. A'uudzu bi'izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhadziru
    Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang kuperoleh dan yang kutakuti. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmi-dzi dan Nasai).


    6.Doa Menghadapi Musibah
     

    Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uuna. Allaahumma ajirnii fii mushiibatii wakhluf lii khairan minhaa.
    Artinya : Sesungguhnya kami memiliki Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah kami pahala dalam misibahku in dan berilah pengganti yang lebih baik. (HR. Muslim)


    7.Doa Membimbing Orang Sekarat
     

    Astaghfirullaahal 'azhiimaa ...... Laa Ilaaha Illallaahu muhammadun rasuulullaahi ....
    Artinya : Aku mohon ampun pada Allah Yang Maha Agung Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. (dibaca terus-menerus istighfar dan syahadat tersebut pada telinga orang yang hampir wafat itu). (Tertunjuk dalam HR. Muslim, Abu Daud dan Hakim).


    8.Doa Di Sisi Orang Yang Telah Wafat
     

    Allaahummaghfirlii wa lahu wa'aqibnii minhu 'uqbaa hasanatan.
    Artinya : Ya Allah, ampunilah aku dan orang ini dan berilah aku ganti yang baik daripadanya. (HR. Muslim)
     

    9.Doa Masuk Pekuburan Muslim
     

    Assalamu 'alaykum ahlad diyaari minal my'miniina wa innaa insyaa'allaahu bikum laahiquuna. As'alullaaha lanaa wa lakumul 'aafiyata.
    Artinya : Salam sejahtera bagimu wahai penghuni kampung orang-orang mu'min. Kami in insya Allah akan bertemu dengan anda sekalian. Kumohonkan pada Allah kesejahteraan bagi kami dan bagi anda sekalian. (HR. Muslim)

    10. Doa Terhindar dari Kesulitan dan Penderitaan
     

    Biismillaahi 'alaa nafsii wa maalii wa diinii, allaahumma radhinii biqadhaa'ika wa baarik lii fiimaa quddiralii hatta laauhibbaa\ ta'jiila maa akhkharta wa ta'khiira maa 'ajjalta
    Artinya : Dengan nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusan-Mu dan berkatilah segala apa yang Engkau berikan ubun-ubunku dalam tangan-Mu, berlakulah atasku hukum keputusan-Mu dan adillah atasku segala taqdirmu. Aku mohon pada-Mu dengan segala nama yang jadi milik-Mu yang Engkau namakan dengannya diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluq-Mu, atau yang Kau simpan dalam perbendaharaan ghaib di sisi-Mu kiranya Engkau jadikan kitab al-Quran jadi kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala kesusahanku dan menghilangkan dukacitaku. (HR. Ahmad dan Ibnu Gibban)

    11. Doa Menghadapi Kesedihan, Kelemahan, Kemalasan, Takut, Kikir, Banyak Hutang Dan Penindasan
     

    Allaahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazani wa a'uudzu bika minal 'ajzi wal kasali wa a'uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a'uudzu bika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.
    Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain.

     12. Doa Ketenangan Jiwa
     

    Rabhanaa afrigh 'alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wahshurnaa 'alal qawmil kaafirina. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytana wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu. Allaahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta baynii wa bayna qalbii, fahul baynii wa baynasy syaythaani wa 'amalihi. Allaahumma innii as-aluka nafsan muthma 'innatan tu'minu biliqaa'ika wa tardhaa biqadhaa'ika wa taqna'u bi'athaa'ika
    Artinya : Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir.
    Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.
    Ya Allah kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat.
    Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.

    Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

    13. Doa Mohon Ketenangan Dalam Menghadapi Musibah
     

    Allahummarzuqnii nafsan muthma'innatan tu'minu biliqaa'ika wa tardhaa biqadhaa'ika
    Artinya ; Ya Allah, berilah kami hati yang tenang, yang beriman akan saat perjumpaan dengan-Mu dan ridiha menerima segala ketetapan-Mu


    14. Doa Ketika Menghadapi Kesulitan
     

    Allahumma Laa shla illaa maa ja'altahu sahlan wa anta taj'alul hazna idzaa syi'ta sahlan
    Artinya : Ya Allah, tiada yang mudah selain yang kau mudahkan dan Engkau jadikan kesusahan itu mudah jika Engkau menghendakinya jadi mudah. (HR. Ibnu Hibban)


    15. Doa Dimudahkan Segala Urusan
     

    Allaahumma innii as-aluka tamaaman ni'mati fil asy-yaa'I kullihaa wasy syukra laka 'alayhaa hattaa tardhaa wa ba'dar ridhaa, wal khiyarata fii jamii'I maa yakuunu fiihil khiyaratu wa bijamii'I masyuuril umuuri kullihaa laa bima'suurihaa yaa kariimu.
    Artinya : Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu kesempurnaan ni'mat pada segala perkara dan mensyukuri-Mu atasnya, sehingga Engkau ridha dan sesudah ridha itu lalu aku mohonkan pula kepada-Mu untuk memilih segala apa yang boleh dipilih dan dengan segala kemudahannya, bukan yang sulit lagi sukar dikerjakannya. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia.

    16. Doa Mohon Husnul Khatimah
     

    Allaahummaj'al khayra 'umrii aakhirahu wa khayra 'amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa'ika
     

    Artinya : Ya Allah, jadikanlah sebaik-baiknya umurku pada ujungnya dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baiknya hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. (Disebutkan oleh an-Nawawi)

     17. Doa Waktu Bersin dan Jawaban yang Mendengarnya
     

    Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina. (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam),
    kemudian dijawab oleh orang yang mendengarnya :
    Yarhamukallahu (Semoga Allah merahmati anda), lalu orang yang yang bersin itu menjawabnya pula dengan : Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalaku (Semoga Allah memberi hidayat bagi anda dan membaguskan keadaan anda). (HR. Bukhari)


    18. Doa Diberi Kesenangan Hidup
     

    Allahumma ashlih lii fii diiniil ladzii huwa 'ishmatu amrii wa ashlih lii dun-yaayal latii fiihaa ma'aasyi wa shlih lii aakhiratil latii fiihaa ma'aadii waj'alil hayaata ziyaadata lii fii kulli khayrin wajalil mawta raahatan lii min kulli syarrin.
    Artinya : Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti, jadikanlah hidup tu menjadi bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku. (HR. Muslimin)

    19. Doa Berlindung Dari Mahluk Jahat
     

    A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min syarri maa khalaqa
     

    Artinya : Aku berlindung dengan menyebut kalimat-kalimat Allah Yang Maha sempurna dari segala kejahatan apa yang telah diciptakan-Nya.

    20. Doa Dapat Bersyukur, Bersabar dan Tidak Menonjolkan Jasa
     

    Allahummaj'alnii syakuuran waj'alnii fii 'aynii shaghiiran wa fii a'yunin naasi kabiiran.
     

    Artinya : Ya allah, jadikanlah aku orang yang berterimaksih pada-Mu, jadikanlah aku orang yang shabar, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku tapi orang yang besar dalam pandangan orang lain.

    21. Doa Mengunjungi Pengantin Baru
     

    Baarakallahu likulli waahidin minkumaa fii shaahibihii wa jama'a baynakumaa fi khayrin
     

    Artinya : Semoga allah memberkati masing-masing kamu berdua (mempelai) terhadap temannya, dan semoga Allah mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majalah)
    Baarakallahu laka wa baaraka 'alayka wa jama'a baynakumaa fi khayrin
    Artinya : Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah, dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)


    22. Doa Ketika Melihat Bayi Baru Lahir
     

    Innii u'iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli 'aynin laammatin.
     

    Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)

    23. Doa Mohon Putera yang Shalih
     

    Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinna qurrata a'yunin waj'alnaa limuttaqiina imaaman.
     

    Artinya : Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan anak-cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-Furqan, 74)

    24. Doa Mohon Dianugerahi Rizki yang Berkah
     

    Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta'milnii thayyiban. Allahummaj'al awsa'a rizqika 'alayya 'inda kibari sinnii wanqithaa'i umrii.Allaahummakfinii bihalaalika 'an haraamika wa aghninii bifadhlika 'am-man siwaaka.Allaahumma in nii as-aluka rizqan waasi'an naafi'an. Allaahumma innii as-alukan na'iimal muqiinal ladzii laa yahuulu wa laa yazuulu.
    Artinya : Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik.
    Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku.
    Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezki yang luas dan berguna.
    Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni'mat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.

     

    25. Doa Bagi Kedua Orangtua
     

    Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiran.
     

    Artinya : Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.

    Kamis, 22 Oktober 2009

    It's Becaused You Love Us

    eramuslim - Rencana manusia hanya sebatas pandangan karena ujung dari rencana hanya Allah jualah yang menentukan.
    Rasa bahagia kami lengkap sudah dan kian menambah semarak hari-hari kami ketika di akhir Februari lalu aku mendapati istriku tengah mengandung si buah hati. Sempurna sudah statusku sebagai seorang suami yang mampu memberikan keturunan. Kabar gembira pun kami sebarkan kepada orang tua, sanak keluarga dan teman-teman terdekat dengan harapan do'a agar kami dapat menjaga amanah Allah ini dengan sebaik-baiknya.
    Hari demi hari kami lalui dengan segala kegembiraan bermimpi segera menimang si buah hati. Nama indah penuh do'a pun sudah kami persiapkan. Entah mengapa kami berdua sepakat hanya menyiapkan satu nama anak lelaki.
    Namun di awal April kami harus segera mengubur impian indah kami ketika dokter memutuskan bahwa si calon buah hati harus dikeluarkan dari perut sang bunda karena alasan medis. Tak terperih kepedihan kami berdua. Apalagi sebagai seorang calon ibu, istriku sangat menantikan seorang anak. Kabar itupun hampir tak sanggup dipikul olehnya. Istriku hampir limbung menerima kenyataan ini. Aku hanya mampu berdo'a kepada Allah agar kami senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Walau kesedihan juga mendera hati teramat sangat namun aku berusaha terlihat tabah di hadapan istriku dan tak lepas kubisikan kepadanya agar terus beristighfar dan ikhlas dengan apapun kehendak Allah.
    Ku ingatkan istriku tentang kisah nabi Khidir yang membunuh seorang anak. Hikmah pembelajaran bagaimana menjadi seorang yang sabar bagi nabi Musa yang diajarkan oleh nabi Khidir. Sebagaimana dikisahkan di Al-Qur'an (surat Al Kahfi) bahwa anak kecil tersebut terpaksa dibunuh karena kelak diketahui akan mendorong kedua orang tuanya (yang mukmin) kepada kesesatan dan kekafiran. Dan Allah kelak akan mengganti bagi mereka dengan anak yang lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya kepada orang tuanya.
    Allah telah menentukan yang terbaik untuk calon buah hati kami dan aku percaya Allah Maha Tahu apa yang akan terjadi kelak jika dia dewasa. Mungkin dengan diambilnya sang janin sekarang, Allah kelak akan menggantikan yang lebih baik. Kukuatkan terus hati istriku untuk tetap beristighfar dan aku pun berusaha keras menjaga hati ini agar tidak luluh di hadapan istriku yang sedang shock berat.
    Dan siang itu ketika aku harus mengantarkan istriku ke ruang tindakan untuk mengeluarkan janin itu, mulut ini tak hentinya berdo'a memohon diberikan keselamatan untuk istriku tercinta.
    Ketika operasi itu selesai, dokter memanggiku untuk segera menemui istriku yang masih dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat bius. Kutatap istriku dalam diamnya. Ya Tuhan, air mata itu mengalir dari kedua sudut matanya. Mengalir deras dari alam bawah sadarnya. Dan aku sudah tidak mampu melihat kepedihan itu. Mataku panas oleh air mata yang serasa menggelegak mencoba keluar. Pertahananku pun bobol. Pipiku basah. Tidak mampu aku melihat wajah istriku yang pilu.
    Ya Allah, kuatkan kami, tautkan cinta kami. Terimalah buah cinta kami yang Engkau pinta kembali dengan segala keikhlasan kami. Karena apapun yang telah Engkau putuskan dan itu adalah karena Engkau mencintai kami. Anugerahkan bagi kami pengganti yang sholeh, yang sholehah, yang lebih dalam kasih sayangnya kepada kami. Jadikanlah kelak dia sebagai mujahid-Mu yang senantiasa membela agama-Mu di semesta alam raya ini.
    Segala kegembiraan yang pernah Engkau karuniakan kepada kami adalah karena Engkau mencintai kami. Begitu juga segala ujian yang kini menghampiri kami adalah bagian dari cinta-Mu kepada kami. Agar kami senantiasa tidak pernah berpaling kepada pelindung yang lain selain hanya kepada-Mu. Sebab kami tahu, It's becaused YOU love us. Amiin. (as told by ayah, penuh cinta!)