Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Desember 2009

The Magic of Love


Love is like a magic and it always will be
For love still remains
Life’s sweet mystery
Love works in ways that are wondrous and strange
And there’s nothing in life
That love cannot change
Love can transform the most common place
Into beauty and splendor
And sweetness and grace
Love is unselfish, understanding and kind
For it sees with it’s heart
And not with it’s mind
Love is the answers
That everyone seeks
Love is the language
That every heart speaks
Love can’t be bought
It priceless and free
Love like pure magic
Is life’s sweet mystery

Rabu, 21 Oktober 2009

BiRu

Duhai cinta..

Jika saja aku bisa melebur dalam dirimu..

maka, tak ada rindu dan cumbu lagi dalam hasrat kita..

tak ada letupan-letupan hangat dalam malam kita...

karena itu, biarkan jalanan panjang ini memisahkan kita sementara..

agar  ruangku selalu membiru untukmu sayang..

Menunggu

Langit mulai menghitam, dan kau tak juga kembali?


Sungguh, aku gelisah menunggumu...seperti kemarau merindukan hujan


inginku menggelitik, tanya-tanya ini mulai memenuhi otakku..


sementara ruang-ruang ini membisu, aroma mu tak juga tercium..


oh lelaki ku...aku beku menunggumu...

Minggu, 18 Oktober 2009

Baiklah...

Secepat itu kau bergegas?
airmataku memanas...dan kau tak lagi hirau, angkuh...
sungguh aku ragu, apakah kita masih bisa berjalan di jalan ini tanpa lentera?
menemukan serpih-serpih rindu yang membekas, aku mencoba...
memulai dengan kerendahan yang tak kubuat-buat
tapi tetap saja kau ingin beringsut dari kenyataan indah ini, bagiku.
Pun jika tak mau lagi kau berkaca,baiknya kita mencari musim yang lain saja...

Jumat, 16 Oktober 2009

Puisi puisi Kahlil Gibran

WAKTU



Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.






PERSAHABATAN
Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.