Tampilkan postingan dengan label TRAVELLING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TRAVELLING. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2009

Warung Kawula Muda Jogja, Teh Poci Pak Min dan Kopi Blandongan

Menyinggahi tempat-tempat berkumpul tradisional yang tersebar di Yogyakarta kiranya sebuah keharusan. Sebab, di situlah anda bisa menikmati nuansa khas Yogyakarta, mulai dari santapannya hingga keakraban yang terbangun antar pengunjungnya. Di situ pula, generasi muda di kota wisata ini berkumpul dan merancang banyak kegiatan.
Perjalanan menyinggahinya bisa dimulai dari warung Poci Pak Min, yang terletak di dekat Sekolah Menengah kesenian Yogyakarta, sebelah barat daya kraton. Sesuai nama warungnya, tempat itu menyediakan menu utama teh poci, yaitu teh yang diseduh di dalam poci dan dihidangkan dalam gelas tanah liat berisi gula batu. Biasanya teh itu sangat kental dan kuat aroma melatinya.
Berkonsep seperti angkringan, Poci Pak Min menawarkan hidangan lain yang tak kalah nikmat, seperti nasi oseng dengan lauk gorengan tempe dan tahu, sate dan sebagainya. Harganya pun cukup murah, dengan mengeluarkan uang kurang dari Rp 10.000,00 anda bisa mencicipi nikmatnya teh poci sekaligus mentantap hidangan yang dijajakan di tempat itu.
Warga Yogyakarta dari beragam komunitas dan rentang usia biasanya menggunakan warung Poci Pak Min sebagai tempat berkumpul. Bila anda ingin mengenal lebih dekat warga Yogyakarta, mengunjungi tempaty ini adalah pilihan tempat. Biasanya, warung itu mulai ramai dikunjungi dari sore hari sekitar pukul 17.00 WIB hingga menjelang tengah mala, sekitar pukul 23.00 WIB.
Selain Poci Pak Min, di kawasan Gowok, tepatnya sebelah selatan Plaza Ambarukmo juga terdapat tempat berkumpul yang cukup menyenangkan, yaitu Warung Kopi Blandongan. Sempat mengusung semboyan menyelamatkan bangsa dari kekurangan kafein, warung kopi ini menyediakan kopi istimewa yang diolah langsung dari biji yang diperoleh pengelola warung.
Semboyan yang diusung warung ini memang dapat dibuktikan dari rasa kopinya. Kopi Blandongan memiliki kekentalan dan rasa pahit yang pas, disajikan dalam porsi yang tepat dalam cangkir kecil. Kekentalan kopinya bahkan bisa dilihat dari ampas kopi yang tertinggal dalam cangkir ketika anda telah selesai menikmati kopi yang disajikan.
Suasana warung kopi ini sangat tepat dijadikan tempat berkumpul. Tempat duduk pengunjungnya berkonsep lesehan dan tanpa sekat memungkinkan menampung banyak orang. Dengan penerangan lampu-lampu kuning dan dinding bambu, anda seolah diajak menikmati suasana kedai kopi di sebuah pedesaan. Bila lapar karena terlalu lama berkumpul, anda bisa menikmati makanan kecil seperti kacang dan gorengan yang bisa menjadi pengganjal perut.
Di sebelah selatan Warung Kopi Blandongan juga terdapat sebuah kedai kopi yang dinamai Kopi Grek. Kedai kopi itu menawarkan kopi dengan porsi yang lebih banyak namun tak begitu kental. Meski juga menjadikan kopi sebagai hidangan utamanya, kedai Kopi Grek memiliki suasana yang berbeda, misalnya tempat duduk yang tersebar di halaman terbuka sehingga tepat untuk menikmati udara malam. Kedai Kopi Grek juga menyediakan menu nasi, berbeda dengan Blandongan yang hanya menyediakan makanan kecil.
Harga Kopi Grek dan Kopi Blandongan hampir sama dan tak mahal. Secangkir kopi di Warung Kopi Blandongan dijual dengan harga Rp 2.000,00 sementara di Kopi Grek Rp 2.500,00. Kadang, Warung Kopi Blandongan juga mengemas kopi hasil gilingannya dalam plastik untuk dijual dalam bentuk bubuk, dijual dengan harga kurang dari Rp.10.000,00 untuk setiap kemasan yang berukuran 250 gram.

Resto dan Cafe di Jogja

Beberapa restoran di Yogyakarta menyajikan masakan Indonesia dan juga Eropa. Restoran ini dirancang untuk memberikan nuansa istimewa, tempat tamu menikmati makanan dan suasananya dengan musik, interior yang cantik, dan kursi yang nyaman. Nah buat kamu yang punya budget lebih dan pengen menikmati kuliner yogyakarta dengan suasana yang nyaman, disini ada alternatif resto dan cafe oke buat kamu.

1. Bale Raos, Royal Cuisine Restaurant

Kraton Yogyakarta sebagai pusat budaya, kaya dengan aneka jenis budaya adiluhung yang hingga kini masih cukup exis, salah satunya budaya makanan. Kini masyarakat dapat mencoba aneka Hidangan Khas Kraton Yogyakarta yang disuguhkan oleh Bale Raos.
Bale Raos terletak di seputar Kraton Yogyakarta, dalam nuansa arsitek Jawa, bangunan Joglo yang berdiri dengan agung, serta aura Kraton yang kental menambah anda semakin menikmati hidangan di Bale Raos.
Bale Raos Restoran mempunyai kapasitas indoor 80 seat yang terbagi di dua joglo serta kapasitas sampai 200 seat dalam bentuk kombinasi indoor dan out door party, dengan opening hour adalah jam 09.30 - 21.30 WIB (kecuali hari senin buka 09.30 - 15.00 WIB).
Sajian hidangan di Bale Raos dapat dinikmati secara:
  • A'la Carte, buffet lunch or dinner
  • Sajian set menu (full serve waiters)
  • Jamuan riztaffel yang anggun

Selain menikmati hidangan yang khas, pada hari-hari tertentu dapat dihadirkan live gamelan dan tarian jawa klasik (beksan), dan setiap Sabtu malam Bale Raos menyajikan live performance musik keroncongan.
Juru masak yang terlatih akan menyuguhkan hidangan bercita rasa tinggi yaitu masakan favourite dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII sampai ke Sultan Hamengku Buwono X, serta berbagai hidangan keluarga Kraton Yogyakarta.
Bale Raos merupakan pilihan tepat untuk berbagai acara baik formal maupun non formal. Antara lain acara keluarga, menjamu relasi, gathering, private party, maupun sebagai tempat wisata kuliner yang khas dan authentic.
Sajian menu-menu authentice dari Kraton Yogyakarta, antara lain:
  • Bebek Suwir Suwir (Sultan HB X)
    Menu khusus kraton Yogyakarta, terbuat dari irisan daging bebek yang disajikan dengan irisan nanas goreng dan saus kedondong parut.
  • Semur Piyik (Sultan HB IX)
    Hidangan unik terbuiat dari olahan burung dara.
  • Urip Urip Gulung (Sultan HB VII)
    Ikan lele fillet yang digulung kemudian dipanggang disajikan dengan saus mangut.
  • Sanggar (Sultan HB VIII - HB X)
    Menu asli dari Kraton Yogyakarta yang dibuat dari irisan daging sapi dengan bumbu rempah yang dipanggang dengan saputan kelapa dan dijepit dengan bilah bambu.
  • Soup Timlo (Sultan HB X)
    Soup jawa klasik kombinasi rasa jahe dan kecap serta paduan aneka bahan.
  • Beer Jawa (Sultan HB VIII)
    Minuman asli dari Kraton Yogyakarta yang dibuat dari berbagai ramuan seperti jahe, kayu secang, cengkeh, jeruk nipis, dll.

Aneka menu eksotik di Bale Raos:
  • Kambing Pnggang.
  • Bestik Lidah
    Variasi sajian bestik lidah sapi dengan saus kental disajikan dengan kentang ongklok dan serces (sejenis stoop sayuran favourite Sri Sultan HB IX).
  • Bestik Jawa
    Sapi giling dengan kuah semur manis disajikan bersama dengan pure kentang dan sauted sayuran.
  • Bebek Ungkep Goreng
    Hidangan bebek yang diungkep dalam gula merah dengan bumbu-bumbu dan digoreng dengan rasa manis.

Harga:
  • Minuman: Rp. 5.000 - Rp. 11.000
  • Makanan: Rp. 13.500 - Rp. 35.000

Untuk kenyamanan pelayanan, kami berharap anda dapat melakukan reservasi terlebih dahulu ke +62 274 415550
BALE RAOS
Jl. Magangan Kulon No.1
Kraton Yogyakarta (Close to Pasar Ngasem)
Phone/Fax: +62 274 415550
Shortcut URL:
http://www.yogyes.com/bale-raos

2. Ayam Bakar Wong Solo

Ayam Bakar Wong Solo Cabang Jogjakarta berdiri 2 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 14 Juli 2001. Menempati areal 3500 m2, dengan luas bangunan 1300 m2, terdiri atas bangunan pendopo (utama) ruang VIP dan lesehan. Selebihnya adalah area parkir yang bisa menampung 75 kendaraan roda empat.
Ayam Bakar Wong Solo menyajikan aneka menu spesial dari ayam kampung, daging sapi, ikan tawar, sea food dan aneka sayur yang dipadu dengan sajian khas Jawa dengan rasa Indonesia (nusantara) selain menu-menu China yang dimodifikasi ala Wong Solo.
Jam Buka Ayam Bakar Wong Solo
09.00 s/d 22.30 WIB
Anda, keluarga, kerabat dan mitra bisnis dapat menikmati menu istimewa dengan berbagai menu dan tempat pilihan.

Harga Ayam Bakar Wong Solo
  • Makanan: Rp. 3.000 - Rp. 44.000
  • Minuman: Rp. 1.000 - Rp. 9.500
  • Paket komplit makan siang/malam dalam
    box: Rp. 13.500 - Rp. 21.500
Paket Menu Ayam Bakar Wong Solo
  • Paket hemat
  • Paket keluarga
  • Paket seminar
  • Paket tour wisata
  • Paket nasi boks
Pilihan Tempat Ayam Bakar Wong Solo
Kapasitas 10 s/d 150 orang

  • Ruang ber-AC
  • Seminar
  • Rapat
  • Lesehan
AYAM BAKAR WONG SOLO
Jl. IPDA TUT Harsono No. 16 Timoho, Yogyakarta
(utara balai kota)
Phone / Fax: +62 274 554242, +62 274 583601
Shortcut URL:
http://www.yogyes.com/wong-solo

3. dixie easy dining

Dengan luas 800 m2 (2 lantai), dixie didukung tatanan design interior yang elegant dan cozy, lahan parkir yang luas dan aman serta memiliki daya tampung 200 seats. Dapat digunakan untuk acara ulang tahun keluarga, teman maupun menjamu klien anda dalam sebuah meeting yang akrab dan menyenangkan.
Anda juga akan semakin merasa nyaman dengan fasilitas hot spot, flat TV, giant screen, yang dapat digunakan untuk presentasi,meeting atau sembari bertemu teman, menjamu relasi, gathering, bahkan pesta.
Pilihan menu yang dixie tawarkan akan memanjakan lidah anda. Aneka sizzlin' steak, fried steak, noodle & pasta serta variasi masakan nasi dapat anda nikmati Semua disajikan dengan cita rasa yang tinggi special untuk anda yang memiliki cita rasa tinggi. Ditemani dengan minuman favorit dari dixie banana blue, mangro, strawberry blend, mango berry yang disajikan fresh untuk menambah kesegaran bagi anda.
Bagi anda penikmat kopi dixie coffee bar mempunyai pilihan olahan kopi spesial untuk anda.
Berbagai program dan event menarik siap membuat anda nyaman berada di dixie, live music yang hadir di setiap akhir pekan, akan membuat suasana makan malam anda semakin menyenangkan.
Visit us today, and explore our new menu...
dixie
Jl. Gejayan No. 40b Selatan Selokan Mataram
Phone: +62 274 560745, +62 274 560746
Fax: +62 274 560746
Shortcut URL:
http://www.yogyes.com/dixie

4. Indraloka Resto

Sekar Kedhaton Restaurant adalah tempat yang sangat unik dimana tamu tidak hanya dapat menikmati menu makanan terbaik kami juga dapat menemukan kemewahan dan kenyamanan suasana dengan sentuhan - sentuhan keagungan dekorasi etnik Jawa yamg kental.. Terletak di kota bersejarah Kotagede Yogyakarta.
Restaurant sebagai outlet utama dengan dekorasi tradisional Jawa. Yang terletak di lantai I, dimana anda dapat menikmati pelayanan yang sangat unik yaitu rijsttafel service, rijsttafel adalah layanan versi Belanda dengan makanan indonesia yang terdiri dari pelayanan bermacam - macam lauk pauk dan sayuran seperti Udang bakar, Sate sapi, Bunthil pepaya, Ayam bakar, dan buah - buahan engan pelayanan yang sangat istimewa.
Disamping pelayanan yang memuaskan, Restaurant ini mempunyai menu pilihan diantaranya Ala carte yang sangat special dikemas dalam perpaduan Jawa, Asia dan Barat.
Lounge di Sekar Kedhaton adalah tempat yang sangat istimewa untuk bersantai, rilex dan bisnis. Lounge ini terletak di lantai II dan menyediakan beragam wine dan minuman.
Tempat penginapan yang mewah terletak di lantai II yang terdiri dari 3 kamar dengan balutan interior Jawa yang nyaman dan menggoda. Kami juga menyediakan Afternoon tea, Fruit basket dan Pelayanan Breakfast untuk 2 orang.
SEKAR KEDHATON
Jl. Tegalgendu No 28, Kotagede Yogyakarta
Phone: +62 274 386868
Fax: +62 274 386005
Shortcut URL:
http://www.yogyes.com/sekar-kedhaton

5. Taman Firdaos - Surga Seafood dan Hidangan Indonesia

Terletak di Jl. Parangtritis km 5, Taman Firdaos memiliki lokasi yang sangat strategis dan mudah dijangkau, hanya 10 menit dari Malioboro dan Kraton. Santap siang di Taman Firdaos merupakan pilihan yang tepat sebelum melanjutkan wisata ke pusat kerajinan gerabah Kasongan, Pasar Seni Gabusan, sentra kerajinan kulit Manding, desa wisata Tembi, dan Pantai Parangtritis.
Salah satu menu andalan kami adalah gurame bakar madu. Kenikmatan daging gurame yang berbalut manisnya madu menjanjikan pengalaman bersantap yang sulit dilupakan. Penggunaan madu menghasilkan rasa ikan yang manis tanpa aroma terbakar yang tebal seperti bila menggunakan kecap. Rasa gurame semakin lengkap dengan rasa pedas tipis yang berasal dari taburan irisan cabai merah. Di samping menyajikan menu ala carte yang bervariasi, kami juga menyediakan paket buffet dengan berbagai alternatif tempat untuk bersantap berupa gazebo yang dikelilingi taman nan asri dan lesehan yang luas.
Taman Firdaos juga menyediakan fasilitas meeting room ber-AC dengan 150 seats in classroom style, sehingga menjadikan Taman Firdaos sebagai tempat yang sangat memadai bagi anda yang ingin melakukan pertemuan dengan rekan bisnis dan kolega. Juga sebagai tempat yang cocok sebagai tempat seminar, launching produk atau wisuda.
Hall berkapasitas 700 tempat duduk mampu menampung tamu dari penyelenggaraan acara-acara spesial anda, pesta ulang tahun, pernikahan, dll. Kami memiliki tempat parkir yang luas dan bisa menampung puluhan mobil.
Selasa dan sabtu malam anda akan semakin berwarna jika bersantap di Taman Firdaos yang menyajikan hiburan live music. Bagi anda yang ingin menikmati kelezatan hidangan Taman Firdaos namun malas keluar rumah, kami menyediakan menu box, outside catering, dan layanan pesan antar (delivery service) untuk pelanggan yang masih berada dalam kota Yogyakarta.
Dengan jam buka yang panjang (jam 10.00 s/d 22.00 WIB) memungkinkan anda lebih santai menentukan waktu untuk datang dan menikmati semua kelezatan makanan serta fasilitas kami. Taman Firdaos adalah tempatnya jika anda mencari kelezatan dan suasana yang menyenangkan dengan harga ekonomis dan terjangkau.
TAMAN FIRDAOS
Jl. Parang Tritis km 5
Druwo, Bantul, Yogyakarta
Phone: +62 274 445010, +62 274 445011
Fax: +62 274 445011
Shortcut URL:
http://www.yogyes.com/taman-firdaos

6. LEGIAN GARDEN RESTAURANT - Romansa Kesejukan di Tengah Hiruk Pikuk Malioboro

Seolah ada yang kurang jika mengunjungi Yogyakarta bila belum mengunjungi Malioboro. Jalan sepanjang satu kilometer yang menawarkan pengalaman berwisata dan berbelanja sekaligus. Setelah lelah menjelajah Malioboro, bersantap makanan lezat tentulah menjadi agenda selanjutnya. Jika ingin merasakan pengalaman makan dengan suasana yang tenang dan menyejukkan di tengah keramaian Malioboro, Legian Garden Restaurant bisa menjadi pilihan.
Berlokasi di sisi Jalan Malioboro, membuat Legian Garden Restaurant mudah dicapai. Salah satu bangunan Legian Garden Restaurant yang memiliki kaca-kaca besar cukup menarik perhatian bagi siapapun yang melewatinya. Bila dari arah utara Anda bisa menggambil jalan berbelok ke kiri sebelum Mal Malioboro. Setelah berjalan kira-kira 15 meter, persis di depan Hotel Ibis Malioboro di sebelah kiri anda akan menemukan papan penunjuk bertuliskan "Pintu masuk Legian Garden Restaurant". Anda bisa langsung menaiki tangga untuk menuju Legian yang ada di lantai atas.
Berbagai menu andalan Legian mulai dari masakan Indonesia, Cina, Eropa, hingga vegetarian kami hadirkan untuk anda. Beberapa menu andalan kami antara lain: gudeg kendil, ayam kudeta (betutu), gurami saus apel, grill fish alla meuniere, steak, chicken gordong bleu, dan aneka seafood. Untuk menu vegetarian, bebek panggang menjadi salah satu andalan kami, disamping menu-menu vegetarian lainnya seperti soup TomYam, lumpia (springroll), gulai dan rendang. Semua kelezatan makanan akan bertambah lengkap dengan berbagai macam kesegaran minuman seperti mix fruit juice dan legian special juice. Kelezatan dan kesegaran tersebut dapat dinikmati dengan kisaran harga belasan ribu rupiah saja (Rp. 6.500 - Rp. 85.000).
Kami juga menerima pesanan antar (delivery service) bagi rombongan tour dan acara-acara seperti rapat, seminar, workshop, serta pesta ulang tahun.
Seperti namanya, Legian Garden Restaurant menawarkan konsep restoran taman yang menjanjikan kesejukan udara dan suasana bagi siapapun yang berada di dalamnya. Rimbunnya tanaman bertambah nyaman dengan alunan musik tradisional Bali dan gamelan Jawa yang diputar bergantian. Saat malam tiba, bangunan Joglo berselimut kaca di bagian utara restoran adalah tempat favorit. Para tamu dapat bersantap sekaligus melihat ke sepanjang Jalan Malioboro yang indah berhiaskan lampu-lampu di sepanjang sisinya.
Legian Garden Restaurant sudah berdiri sejak 23 tahun yang lalu. Umur yang menjadi bukti eksistensi kelezatan menu dan kesejukan suasana di tempat kami. Rasakan romansa kesejukan di tengah hiruk pikuk Malioboro hanya dengan mendatangi Legian Garden Restaurant.
Buka dari jam 11.30 - 22.00 WIB
LEGIAN GARDEN RESTAURANT
Jl. Perwakilan (Malioboro) Lantai 2 No. 9 Yogyakarta
Phone: +62 274 7465375
Fax: +62 274 512377
Shortcut URL:
http://www.yogyes.com/legian

Candi- candi Jogja yang Eksotik

Ada dua jenis candi di Indonesia, candi Hindu dan candi Budha. Sebagian besar candi-candi di Yogyakarta merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan agung di abad ke-8 dan 9. Ini adalah beberapa candi-candi yang ada di yogyakarta yang bisa dijadikan objek wisata sejarah yang menarik.

1.Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9

Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.
Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.
Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.
Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.
Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).
Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.
Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.
Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.
Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei 2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.

2. Candi Mendut

Candi Mendut terletak 3 km ke arah timur dari Candi Borobudur, merupakan candi Budha yang dibangun tahun 824 Masehi oleh Raja Indera dari wangsa Syailendra. Di dalam Candi Mendut terdapat 3 (tiga) patung besar.
  1. Cakyamuni yang sedang duduk bersila dengan posisi tangan memutar roda dharma.
  2. Awalokiteswara sebagai Bodhi Satwa membantu umat manusia
    Awalokiteswara merupakan patung amitabha yang berada di atas mahkotanya, Vajrapani. Ia sedang memegang bunga teratai merah yang diletakkan di atas telapak tangan.
  3. Maitreya sebagai penyelamat manusia di masa depan
Ada cerita untuk anak-anak pada dinding-dindingnya. Candi ini sering dipergunakan untuk merayakan upacara Waisak setiap Mei pada malam bulan purnama dan dikunjungi para peziarah dari Indonesia maupun manca negara.
Candi ini lebih tua dari Candi Borobudur. Arsitekturnya persegi empat dan mempunyai pintu masuk di atas tangganya. Atapnya juga persegi empat dan bertingkat-tingkat, ada stupa di atasnya.

3. Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Dunia

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.
Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.
Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.
Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.
Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti 'terbit' atau 'bersinar', biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.
Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.
Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Lalu, apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Sebab, hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu.
Nah, masih banyak lagi yang bisa digali di Prambanan. Anda tak boleh jemu tentunya. Kalau pun akhirnya lelah, anda bisa beristirahat di taman sekitar candi. Tertarik? Datanglah segera. Sejak tanggal 18 September 2006, anda sudah bisa memasuki zona 1 Candi Prambanan meski belum bisa masuk ke dalam candi. Beberapa kerusakan akibat gempa 27 Mei 2006 lalu kini sedang diperbaiki.

4. Candi Tara, Peninggalan Budha Tertua di Yogyakarta

Banyak orang selalu menyebut Borobudur saat membicarakan bangunan candi Budha. Padahal, ada banyak candi bercorak Budha yang terdapat di Yogyakarta, salah satu yang berkaitan erat dengan Borobudur adalah Candi Tara. Candi yang terletak di Kalibening, Kalasan ini dibangun oleh konseptor yang sama dengan Borobudur, yaitu Rakai Panangkaran. Karena letaknya di daerah Kalasan, maka candi ini lebih dikenal dengan nama Candi Kalasan.
Selesai dibangun pada tahun 778 M, Candi Tara menjadi candi Budha tertua di Yogyakarta. Candi yang berdiri tak jauh dari Jalan Yogya Solo ini dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Selain sebagai hadiah perkawinan, candi itu juga merupakan tanggapan usulan para raja untuk membangun satu lagi bangunan suci bagi Dewi Tara dan biara bagi para pendeta.
Candi Tara adalah bangunan berbentuk dasar bujur sangkar dengan setiap sisi berukuran 45 meter dan tinggi 34 meter. Bangunan candi secara vertikal terdiri dari tiga bagian, yaitu kaki candi, tubuh candi dan atap candi. Bagian kaki candi adalah sebuah bangunan yang berdiri di alas batu berbentuk bujur sangkar dan sebuah batu lebar. Pada bagian itu terdapat tangga dengan hiasan makara di ujungnya. Sementara, di sekeliling kaki candi terdapat hiasan sulur-suluran yang keluar dari sebuah pot.
Tubuh candi memiliki penampilan yang menjorok keluar di sisi tengahnya. Di bagian permukaan luar tubuh candi terdapat relung yang dihiasi sosok dewa yang memegang bunga teratai dengan posisi berdiri. Bagian tenggaranya memiliki sebuah bilik yang di dalamnya terdapat singgasana bersandaran yang dihiasi motif singa yang berdiri di atas punggung gajah. Bilik tersebut dapat dimasuki dari bilik penampil yang terdapat di sisi timur.
Bagian atap candi berbentuk segi delapan dan terdiri dari dua tingkat. Sebuah arca yang melukiskan manusia Budha terdapat pada tingkat pertama sementara pada tingkat kedua terdapat arca yang melukiskan Yani Budha. Bagian puncak candi berupa bujur sangkar yang melambangkan Kemuncak Semeru dengan hiasan stupa-stupa. Pada bagian perbatasan tubuh candi dengan atap candi terdapat hiasan bunga makhluk khayangan berbadan kerdil disebut Gana.
Bila anda mencermati detail candi, anda juga akan menjumpai relief-relief cantik pada permukaannya. Misalnya relief pohon dewata dan awan beserta penghuni khayangan yang tengah memainkan bunyi-bunyian. Para penghuni khayangan itu membawa rebab, kerang dan camara. Ada pula gambaran kuncup bunga, dedaunan dan sulur-suluran. Relief di Candi Tara memiliki kekhasan karena dilapisi dengan semen kuno yang disebut Brajalepha, terbuat dari getah pohon tertentu.
Di sekeliling candi terdapat stupa-stupa dengan tinggi sekitar 4,6 m berjumlah 52 buah. Meski stupa-stupa itu tak lagi utuh karena bagiannya sudah tak mungkin dirangkai utuh, anda masih bisa menikmatinya. Mengunjungi candi yang sejarah berdirinya diketahui berdasarkan Prasasti Candi yang berhuruf Panagari ini, anda akan semakin mengakui kehebatan Rakai Panangkaran yang bahkan sempat membangun bangunan suci di Thailand.
Candi ini juga menjadi bukti bahwa pada masa lalu telah ada upaya untuk merukunkan pemeluk agama satu dengan yang lain. Terbukti, Panangkaran yang beragama Hindu membangun Candi Tara atas usulan para pendeta Budha dan dipersembahkan bagi Pancapana yang juga beragama Budha. Candi ini pulalah yang menjadi salah satu bangunan suci yang menginspirasi Atisha, seorang Budhis asal India yang pernah mengunjungi Borobudur dan menyebarkan Budha ke Tibet.

5. Candi Plaosan, Candi Kembar di Yogyakarta

Anda tak perlu terburu-buru kembali ke penginapan usai berkunjung ke Candi Prambanan, sebab tidak jauh dari candi Hindu tercantik di dunia itu anda juga akan menemui candi-candi lain yang sama menariknya. Melaju ke utara sejauh 1 km, anda akan menemui Candi Plaosan, sebuah candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurinya, Pramudyawardani. Terletak di Dusun Bugisan Kecamatan Prambanan, arsitektur candi ini merupakan perpaduan Hindu dan Budha.
Kompleks Plaosan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi itu memiliki teras berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding, tempat semedi berbentuk gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan itu, maka kenampakan Candi Plaosan Lor dan Kidul hampir serupa jika dilihat dari jauh sehingga sampai sekarang Candi Plaosan juga sering disebut candi kembar.
Bangunan Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman itu terdapat pendopo berukuran 21,62 m x 19 m. Pada bagian timur pendopo terdapat 3 buah altar, yaitu altar utara, timur dan selatan. Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya terdapat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha ada di altar utara, sementara gambaran Manjusri terdapat di altar barat.
Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi kecil yang terbagi menjadi 2 tingkat dan tiap-tiap tingkat terdiri dari 4 candi. Ada pula gambaran Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai "ibu dari semua Budha". Beberapa gambar lain masih bisa dijumpai namun tidak pada tempat yang asli. Figur Manujri yang menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom cukup signifikan juga bisa dijumpai.
Bagian Bas relief candi ini memiliki gambaran unik pria dan wanita. Terdapat seorang pria yang digambarkan tengah duduk bersila dengan tangan menyembah serta figur pria dengan tangan vara mudra dan vas di kaki yang dikelilingi enam pria yang lebih kecil. Seorang wanita ada yang digambarkan sedang berdiri dengan tangan vara mudra, sementara di sekelilingnya terdapat buku, pallet dan vas. Krom berpendapat bahwa figur pria wanita itu adalah gambaran patron supporter dari dua wihara.
Seluruh kompleks Candi Plaosan memiliki 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. Stupa perwara bisa dilihat di semua sisi candi utama, demikian pula candi perwara yang ukurannya lebih kecil. Bila berjalan ke bagian utara, anda bisa melihat bangunan terbuka yang disebut Mandapa. Dua buah prasati juga bisa ditemui, yaitu prasasti yang di atas keping emas di sebelah utara candi utama dan prasasti yang ditulis di atas batu di Candi Perwara baris pertama.
Salah satu kekhasan Candi Plaosan adalah permukaan teras yang halus. Krom berpendapat teras candi ini berbeda dengan teras candi lain yang dibangun di masa yang sama. Menurutnya, hal itu terkait dengan fungsi candi kala itu yang diduga untuk menyimpan teks-teks kanonik milik para pendeta Budha. Dugaan lain yang berasal dari para ilmuwan Belanda, jika jumlah pendeta di wilayah itu sedikit maka mungkin teras itu digunakan sebagai sebuah wihara (tempat ibadah umat Budha).
Jika melihat sekeliling candi, anda akan tahu bahwa Candi Plaosan sebenarnya merupakan kompleks candi yang luas. Hal itu dapat dilihat dari adanya pagar keliling sepanjang 460 m dari utara ke selatan serta 290 m dari barat ke timur, juga interior pagar yang terdiri atas parit sepanjang 440 m dari utara ke selatan dan 270 m dari barat ke timur. Parit yang menyusun bagian interior pagar itu bisa dilihat dengan berjalan ke arah timur melewati sisi tengah bangunan bersejarah ini.

6. Membaca Pesan dari Nirwana di Candi Gampingan

Tak semua candi memiliki relief cantik yang khas sebab umumnya hanya dihias oleh arca dan relief umum yang terdapat hampir di semua candi. Salah satu yang memiliki relief cantik yang khas itu adalah Candi Gampingan, sebuah candi yang ditemukan secara tak sengaja oleh pengrajin batu bata di Dusun Gampingan, Piyungan, Bantul pada tahun 1995. Meski ukurannya kecil dan sudah tak utuh lagi, Candi Gampingan masih kaya akan relief yang mempesona.
Salah satu relief cantik yang bisa dijumpai di candi ini adalah relief hewan yang ada di kaki candi. Relief hewan di Gampingan begitu natural hingga bisa diketahui jenis hewan yang digambarkan. Cukup jarang candi yang memiliki relief demikian, setidaknya hanya Candi Prambanan dan Mendut yang dikenal memiliki relief serupa. Semua relief itu dihias dengan latar sulur-suluran, yaitu padmamula (akar tanaman teratai) yang diyakini sebagai sumber kehidupan.
Saat YogYES berkeliling, tampak jenis hewan yang mendominasi adalah burung. Terdapat relief burung gagak yang tampak memiliki paruh besar, tubuh kokoh, sayap mengembang ke atas dan ekor berbentuk kipas. Ada pula relief burung pelatuk yang digambarkan memiliki jambul di atas kepala, paruh yang agak panjang dan runcing serta sayap yang tidak mengembang. Selain itu, ada juga ayam jantan yang memiliki dada membusung dan sayap mengembang ke bawah.
Pembuatan relief burung dalam jumlah banyak di candi ini berkaitan keyakinan masyarakat saat itu terhadap kekuatan transedental burung. Diyakini, burung merupakan perwujudan para dewa sekaligus pembawa pesan dari alam para dewa atau nirwana. Burung juga berkaitan dengan kebebasan absolut manusia yang dicapai setelah berhasil meninggalkan kehidupan duniawi, lambang jiwa manusia yang lepas dari raganya.
Relief hewan lain yang juga banyak digambarkan adalah katak. Masyarakat saat itu percaya bahwa katak memiliki kekuatan gaib yang mampu mendatangkan hujan, sehingga katak juga dipercayai mampu meningkatkan produktivitas, karena air hujan yang didatangkan katak bisa meningkatkan hasil panen. Katak yang sering muncul dari air juga melambangkan pembaharuan kehidupan dan kebangkitan menuju arah yang lebih baik.
Hingga kini, relief itu masih menyisakan pertanyaan, apakah sebuah fabel (cerita hewan yang didongengkan pada anak-anak) seperti di Candi Mendut atau gambaran hewan yang sengaja dibuat untuk menunjukkan maksud tertentu. Pertanyaan itu muncul sebab gambaran hewan seperti di Candi Gampingan tak ditemukan dalam kitab yang memuat fabel, seperti Jataka, Sukasaptati, Pancatantra dan versi turunannya.
Candi Gampingan yang diperkirakan dibangun antara tahun 730 - 850 M diyakini merupakan tempat pemujaan Dewa Jambhala (Dewa Rejeki, anak Dewa Siwa). Hal itu didasari oleh penemuan Arca Jambhala ketika penggalian. Jambhala digambarkan sedang dalam keadaan semedi, tubuhnya duduk bersila sementara matanya terpejam. Bagian tubuhnya dihiasi oleh unsur ikonografis (asana) berupa bunga teratai yang memiliki daun berjumlah 8 helai sebagai lambang cakra dalam tubuh manusia.
Figur Jambhala di candi ini berbeda dengan yang ada di candi lainnya. Umumnya, Jambhala di candi lain digambarkan dengan mata lebar yang menatap ke arah pemujanya disertai dengan beragam hiasan yang melambangkan kemakmuran dan kemewahan. Diyakini, penggambaran berbeda ini didasari oleh motivasi pemujaan, bukan untuk memohon kemakmuran tetapi bimbingan agar dapat mencapai kebahagiaan sejati.
Mengunjungi Candi Gampingan akan membawa kita merenungkan kembali tentang jalan yang sudah kita tempuh untuk menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Relief yang didominasi bentuk hewan yang hidup di alam sekitarnya bisa jadi merupakan wujud kearifan masyarakat setempat pada jaman itu dalam merepresentasikan sebuah pesan dari nirwana: untuk hidup sejahtera dan terhindar dari bencana, manusia seharusnya menjaga keselarasan dengan alam.

Rabu, 04 November 2009

ReviewReviewJalan-Jalan ke Bengkulu


PUSAT JAJAN

Bingung mau bersantap malam apa di Bengkulu? Pergilah ke Pasar Minggu, di Jl. K.Z. Abidin. Di sini Anda bisa me­nemukan segala jenis makanan. Meski cuma di gerobak atau tenda, toh, dari segi rasa cukup enak. Tak kurang dari bakso, sate ayam, sate pa­dang, nasi go­reng, martabak, tekwan, es cin­cau, dan masakan padang, bisa Anda temukan di situ.

Lokasi ini sudah dibuka sejak tahun 1990. Saat itu tentu saja hanya sedikit pedagang yang berjualan. Lama-kelamaan makin banyak pedagang beroperasi di sana hingga jenis makanannya pun makin variatif.

Pusat jajan ini mulai buka pukul 19.00 dan baru tutup pukul 22.00. Pada hari Minggu malah baru tutup pukul 24.00. Pusat jajan seperti ini tak cuma satu di Bengkulu. Di depan Tugu Thomas Park, di daerah Pasar Baru Koto pun ada pusat jajan serupa. Makanan yang dijual boleh dibilang mirip dengan yang dijual di Pasar Minggu. Tetapi jangan coba-coba berkunjung ke sini di atas pukul 9 malam, pusat jajan ini tutup lebih awal dari pusat jajan di Pasar Minggu.

TEKWAN & KUE DORAEMON

Tak usah heran kalau di Bengkulu pun banyak penjual tekwan. Maklumlah kota ini relatif tidak jauh dari Palembang. Salah satu penjual tekwan di Bengkulu ada di Jl. May. Jen. Suprapto. Pak Puna, sang penjual telah berjualan tekwan selama lebih 10 tahun.

Kedainya buka sejak pukul 17.00 dan sudah tutup sejak pukul 20.00. Anda yang ingin mencicipi tekwan buatannya sebaiknya mampir sebelum pukul 20.00. Karena Puna cuma menyediakan 65 mangkok sehari. Untuk mencicipi sup bening berisi bakso ikan, soun, bengkuang, dan jamur kuping ini, Anda hanya dengan mengeluarkan Rp 2500.

Berdekatan dengan penjual tekwan, Anda dapat mencicipi kue Doraemon. Bentuknya bulat, diameter 5 cm. Warnanya hijau, Rasanya mirip bolu, begitu juga bahannya persis seperti bolu. Harganya cuma
Rp. 300.

Saparudin, sang penjual, baru 4 tahun berjualan di sana. Tetapi kuenya sudah punya banyak penggemar. Buktinya, dalam sehari ia menghabiskan 12 kilogram.

LEMANG

Lemang juga termasuk makanan yang mudah dicari di Bengkulu. Rohana adalah salah satu penjual lemang yang cukup kondang di kota ini. Ia sudah 8 tahun berjualan lemang di sekitar Pasar Panorama, dekat Pasar Minggu. "Dulu harganya cuma Rp 100 tiap potongnya," kisahnya.

Lemang Rohana me­mang bisa dibeli secara potongan. Kini tentu saja harga tersebut sudah tidak mungkin diterapkan lagi. Rohana memasang harga Rp 500 sedang untuk lemang potongan. Sementara lemang yang utuh, kira-kira sepanjang 20 cm, yang dulu harganya hanya Rp 1.500, kini dijual dengan harga Rp 6.000.

Rohana tidak berjualan setiap hari. Ia hanya berjualan seminggu 2 kali. "Sulit berjualan lemang setiap hari karena orang Bengkulu biasanya cuma beli lemang saat puasa," keluhnya.

GELAMAI

Namanya cukup asing bagi ma­syarakat di luar Bengkulu. Tetapi sebetulnya gelamai tak beda dengan dodol. Ny. Ainun mengaku ibunya, Hj. Mariana, sebagai penjual gelamai yang pertama di Bengkulu. Ia menggelar dagangannya di depan Masjid Akbar sejak tahun 1970.

Gelamai buatan Mariana yang kini sudah almarhum itu lebih dikenal sebagai gelamai Andung Bon, sesuai nama panggilan Mariana. Kini usahanya diteruskan oleh kedua anaknya Ainun dan Hayatan. Gelamai Andung Bon terkenal karena rasanya berbeda dengan gelamai pada umumnya. "Karena kami betul-betul menjaga kualitas pembuatannya," kata Dinda, salah seorang cucu Andung bon. Gelamai Andung Bon, jelas Dinda dibuat selama 8 jam. "Itulah rahasianya. Kurang dari itu, gelamai yang dihasilkan akan lebih lengket dan cepat kadaluarsa," papar Dinda membuka rahasianya.

Karena itulah gelamai Andung Bon bisa bertahan hingga satu bulan. Karena bisa bertahan lama, Ainun dan Hayatan tidak membuat gelamai setiap hari kecuali menjelang Lebaran. Selebihnya mereka hanya melayani pesannya. Harga gelamainya dijual Rp 20.000 setiap kg.

IKAN PAIS

Berkunjung ke Bengkulu, jangan pulang dulu sebelum mencicipi ikan pais. Ini adalah ikan pepes khas Bengkulu yang dibuat dari ikan gebu dan ikan buli. Rasanya segar dan mengundang selera. Apalagi disantap bersama nasi panas.

Untuk mendapatkannya Anda bisa mencarinya di pasar tradisional. Ada juga pedagang ikan pais yang berjualan secara berkeliling. Salah satunya adalah Bpk. Idris. Ia telah menjajakan dagangannya lebih dari 25 tahun. Penjual yang lebih dikenal dengan panggilan wan Juray ini mengaku mulai menjual ikan paisnya Rp 125 per bungkus. "Sekarang harganya telah mencapai Rp 2.000 tiap bungkus."

Wan Juray sudah berjualan sejak pukul 05.30 sampai habis kira kira pukul 08.30. Karena sudah banyak pelanggannya, Wan Juray tidak perlu lagi repot-repot memikul sampai ke pasar. Dia cuma berjualan di sekitar Jl. M ASAN dan Jl. Al Jairin, rute itu merupakan rute sehari-hari Wan Juray. Malah terkadang sampai di Jl. M ASAN pun, pikulannya sudah kosong. Begitu terkenalnya ikan pais Wan Juray, hingga orang-orang yang takut kehabisan lebih suka datang langsung ke rumahnya di Jl. Kibuat Teratai Tiga untuk untuk membeli atau memesan.

Dengan dibantu istri dan 3 anaknya, Wan Juray bisa membuat 50-70 bungkus ikan pais dalam sehari dan menghabiskan bahan baku sekitar 5 kilogram ikan laut yang digiling halus. Ia sengaja memilih ikan buli dan ikan gebu karena kedua ikan tersebut, menurut wan juray tidak terlalu amis.

Kadang saat pesanannya melimpah, "Saya harus menyediakan 250 bungkus ikan. Nah, saat itu saya harus membeli 15 - 20 ekor ikan," katanya. Begitu larisnya dagangan Wan Juray, tak heran dalam sehari ia bisa memperoleh uang Rp 100 sampai Rp 150 ribu.

Keistimewaaan ikan pais buatannya terletak pada bumbu. "Selain itu waktu mengukusnya pun harus lama. Tidak boleh kurang dari 5 jam supaya racun yang ada pada daun keladinya hilang."

EMPING MLINJO

Emping mlinjo juga termasuk makanan yang banyak dijual orang di Bengkulu. Coba saja Anda pergi ke Jl. Soekarno, tepatnya di Jl. Pantai Nala 142, Anggut Bawah. Ny. Khamsia, salah satu penjual, sudah mulai menggeluti emping mlinjo sejak tahun 1984. Konon ia yang pertama membuat emping ini di daerah Anggut Bawah.

Usaha pertamanya sudah melibatkan 15 orang pembantu. Lama- kelamaan para pegawainya mulai membuka sendiri usaha pembuatan emping melinjo sampai akhirnya ada 5 kelompok pembuat emping mlinjo di Anggut Bawah. Sehari Khamsia bisa menghabiskan biji mlinjo sekitar 20 cupak (1 satu cupaknya = 1/2 liter, Red.) atau 10 liter dalam sehari. Pernah, dengan dibantu pembuat emping yang lain, Khamsia membuat 200 cupak mlinjo.

Emping yang dibuat ada dua macam bentuk, kotak-kotak untuk yang dijual per ikat dan bulat-bulat untuk yang dijual per kilogram. Harga per 10 ikatnya, Rp. 5.000. Harga ini untuk penjualan ke pedagang. Satu ikan emping berisi 10 keping. Sedang harga per kilogram mencapai Rp 25.000.

PERUT PUNAI

Ny. Jasmani dengan dibantu ke­dua anaknya telah membuat perut punai selama 15 tahun, tepatnya tahun 1985. Setiap hari ia mem­buat perut punai untuk pesanan para pedagang di sekitar jalan Soekarno atau para pemesan yang membeli hanya untuk sekadar oleh-oleh. Perut punai berbentuk bulat pipih terbuat dari tepung ketan yang dicampur gula merah lalu digoreng. Rasanya keras dan manis.

Dalam sehari, Jasmani biasa menghabiskan tepung ketan sebanyak 7 kilogram. Satu kilogram tepung ketan bisa menghasilkan 13 kotak perut punai. Harga tiap kotak adalah Rp. 3.000.

Bila libur sekolah tiba, pesanan Jasmani semakin banyak, terkadang sampai tidak tertangani. "Saat libur sekolah, saya bisa menghabiskan 15-20 kilogram tepung beras," jelasnya.

LOTEK

Lotek Bengkulu hampir sama dengan karedok orang Jakarta atau orang Bandung. Kendati bukan makanan khas Bengkulu, toh, lotek merupakan salah satu masakan kegemaran masyarakat Bengkulu. Ada satu warung penjual lotek yang selalu ramai. Apalagi sewaktu makan siang. Warung lotek itu dimiliki oleh Ny. Nuraini.

Nuraini telah berjualan lotek semenjak tahun 1975. Awlalnya dagangannya dijajakan dengan menggunakan gerobak secara berkeliling di sekitar Jl. S. Parman, baru akhirnya pada tahun 1984, Nuraini mulai mempunyai warung makan lotek yang selalu ramai pengunjung.

Kedai lotek Nuraini buka dari pukul 06.30 sampai pukul 13.00 malah terkadang sebelum pukul 12.00, loteknya sudah habis terjual. Dalam sehari warung ini melayani sekitar 200-250 porsi. Harga per porsinya Rp 2.000. Sering juga loteknya dipesan untuk acara pesta perkawinan.

KEDAI MASAKAN KHAS BENGKULU

Masakan khas bengkulu cukup banyak jenisnya namun jarang yang membuat khusus untuk dijual. Tetapi di sekitar jalan Enggano,kita dapat menemukan satu kedai makan yang memang khusus menjual aneka masakaan khas Bengkulu. Nama kedai tersebut Bufet Shopia, sesuai dengan nama pemiliknya.

Sebetul­nya sudah lama Shopia berjualan makanan khas Bengkulu. Cuma saja sekadar bila ada pesanan. Lama-kelamaan terpikir oleh Shopia untuk membuka kedai makan. Maka 5 tahun lalu ia pun mulai membuka kedai makannya.

Usaha kedai makanan khas Bengkulu ini tak cuma ia buka di Bengkulu. Pernah juga Shopia mencoba membuka kedai serupa di Brunai karena suaminya bekerja di sana. "Tetapi terpaksa ditutup karena orang sana tampaknya tidak menyukai masakan kita," keluhnya.

Para pelanggan Shopia terdiri dari berbagai kalangan karena harganya terhitung murah. Salah satu pelanggan setianya adalah ketua DPRD Bengkulu. "Hampir setiap hari beliau makan di sini," ujar Shopia bangga.

Di kedainya kita bisa menemukan antara lain nasi santan. Hidangan ini agak unik. Beras direndam dulu semalaman lalu dikukus sampai matang keesokan paginya. Setelah itu baru diaron dengan santan kental. Selain itu Anda juga bisa mencicipi rebung asam, yakni rebung yang direndam dalam air cucian beras dan dimasak seperti memasak asam pedas. Ada juga kelio lokan (kalio kerang), bagar hiu (gulai potongan ikan hiu). Khusus untuk bagar hiu, Shopia cuma menggunakan hiu punai, hiu tandung, dan hiu kio-kio. "Hiu jenis itu tidak amis," katanya.

Dalam sehari Shopia bisa menghabiskan ikan hiu sekitar 4 kilogram. Sedang untuk kelio lokan, ia menggunakan 3 kilogram kerang. Satu piring bagar hiu, Shopia menjualnya seharga Rp 4.500. Sehingga penghasilannya pun sehari bisa mencapai Rp 600 ribu. Untuk mendapatkan penghasilan setinggi itu, tentu saja mutu adalah hal yang utama. "Motto saya, kalau sudah selidah, kita harus pertahankan," tegasnya.

OLEH-OLEH KHAS BENGKULU

Mau cari oleh-oleh? Jl. Soekarno Hatta-lah tempatnya. Sederetan penjual jajanan khas untuk oleh-oleh Bengkulu dan sekitarnya siap melayani keinginan Anda. Mulai dari lempuk, emping, perut punai, kue siput, lumpuing, gelamai, sampai kopi.

Lempuk durian termasuk oleh-oleh yang paling laris. Harga 1 kilogram lempuk Rp 35-40 ribu. Ini untuk kualitas durian super. Sementara untuk kualitas durian biasa Rp 25 ribu. Bila Anda tak suka lempuk, Anda bisa memilih emping. Harganya rata-rata Rp 6.000 untuk setiap 10 ikatnya atau Rp 27-30 ribu per kilogram. Sedang perut punai dijual dengan harga Rp 4.000 per kotak.

source: sedapsekejap.com

Selasa, 03 November 2009



Provinsi Bengkulu terletak di sebelah barat pegunungan Bukit Barisan yang membentang di Pulau Sumatera. Wilayah Provinsi Bengkulu memanjang dari perbatasan Provinsi Sumatera Barat sampai ke perbatasan Provinsi Lampung dan jaraknya kurang lebih 567 km. Provinsi Bengkulu berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia pada garis pantai sepanjang lebih kurang 525 km. Bagian timur berbukit-bukit dengan dataran tinggi yang subur, sedangkan bagian barat merupakan dataran rendah yang relatif sempit, memanjang dari utara ke selatan serta diselang-selangi daerah yang bergelombang.
Penduduk Provinsi Bengkulu berasal dari tiga rumpun suku besar terdiri dari suku Rejang, suku Serawai, dan suku Melayu. Tari-tarian khas tradisional Bengkulu diiringi dengan alat musik seperti gong dan kolintang yang pada umumnya mengiringi tarian tradisional di wilayah pedalaman antara lain Tari Kejai (Rejang Lebong) dan Tari Andun (Bengkulu Selatan). Gendang dan Serunai digunakan untuk mengiringi tarian yang bermotif silat (rendai).
Salah satu upacara tradisi yang menarik di Bengkulu adalah Tabut. Perayaan ini diselenggarakan di Kota Bengkulu selama 10 (sepuluh) hari mulai tanggal 1 sampai 10 Muharram. Upacara ini merupakan upacara keagamaan yang mendapat sentuhan tradisional masyarakat yaitu untuk mengingat peristiwa gugurnya Hasan dan Husen cucu Nabi Muhammad SAW.

Kota Bengkulu adalah pusat dari propinsi Bengkulu yang banyak terdapat tempat-tempat wisata yang sangat indah, antara lain :
 WISATA ALAM

  • Pantai Panjang
    Lokasi pantai Panjang sekitar 3 km dari kota Bengkulu. Sekitar 7 km panjang pantai dengan 500m lebar dari jalan raya. Banyak transportasi umum yang menuju ataupun pergi dari pantai Panjang. Pohon Cemara yang rindang menghiasi sepanjang pantai. Hotel dan restoran juga banyak terdapat disana. Pantai ini juga memiliki fasilitas area parkir, kolam renang, cottage, dan lainnya yang mendukung wisata disana.
     
  • Pantai Pasir Putih
    Pantai ini terletak dekat pelabuhan samudra Pulau Baii. Jarak sekitar 19 km dari pusat koa Bengkulu. Kondisi jalan menuju kesana sangat baik. Tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan roda empat jenis apapun. Kondisi pantai sangat bersih dengan pasir pantainya yang putih dan pohon cemara yang tumbuh disekitarnya.
     
  • Pulau Tikus
    Pulau ini terdiri dari satu pulau induk dan beberapa pulau-pulau kecil lainnya yang mengitari dan dengan karang-karang yang indah. Pulau tikus sangat cocok untuk wisata laut. Pulau ini dapat dicapai sekitar 1 jam dari kota Bengkulu dengan menggunakan kapal boat.
     
  • Danau Dendam Tak Sudah
    Danau ini dikelilingi oleh perbukitan kecil, dengan bukit barisan sebagai latar belakangnya. Jaraknya sekitar 8 km dari pusat kota Bengkulu. Anggrek air Vanda Hookeriana tumbuh sepanjang danau. Ketika musim bunga anggrek tersebut membuat danau menjadi indah dan lebih sejuk.
     
  • Tapak Padri dan Pantai Jakat
    Terletak sangat dekat dengan benteng marlborough dengan pemandangan laut yang indah. Tapak Padri dataran yang cukup tinggi sehingga kita dapat melihat matahari terbenam. Masyarakat sering berkunjung ketempat ini pada sorehari untuk melihat sunset.
     
  • Taman Hutan Hujan Tropis (Tahura)
    Lokasinya sekitar 16 km dari pusat kota Bengkulu yang dapat dicapai oleh berbagai jenis kendaraan roda empat. Tempat ini biasanya digunakan sebagai tempat untuk area observasi dan temopat kemah dengan keadaan alam yang indah.

WISATA KEBUDAYAAN BENGKULU

  • Benteng Marlborough
    Benteng Marlborough dibangun oleh perusahaan india timur dibawah kepemimpinan gubernur Joseph Callet. The fort constitutes the strong fort Benteng Marlborough berdiri mengahadap selatan, dan memiliki luas 44,100 meter persegi. Benteng ini mempunyai bentuk bangunan abad 18, menyerupai kura-kura. Pintu utamanya dikelilingi parit yang luas dan dapat dilalui oleh jembatan. Menurut masyarakat sekiotar di benteng itu juga terdapat pintu keluar bawah tanah yang dulu digunakan pada waktu perang.
     
  • Rumah Pengasingan Bung Karno
    Pada jaman koloni Belanda(1939-1942), Soekarno (Yang kemudian menjadi Presiden RI yang pertama) pernah diasingkan di Bengkulu. Selama dalam pengasingan Soekarno tinggal di rumah yang beralamat di Anggut Atas dan sekarang dikenal dengan jalan Soekarno-Hatta. Beberapa peralatan, sepeda, perpustakaan buku-buku, dan yang lainnya yang pernah dimiliki oleh soekarno disimpan didalam rumah ini. Selama tinggal di Bengkulu, Soekarno mendesain masjid, yang sekarang dikenal dengan Masjid Jamik (Jamik Mosque).
     
  • Parr and Hamilton Monuments
    Parr Monuments terletak di depan Pasar Barukoto diseberang benteng Marlborough, sedangkan Hamilton Monuments terletak di Jalan Soekarno-Hatta. Monument ini dibangun oleh Inggris untuk memperingati kekalahan mereka di Bengkulu.
     
  • Museum Propinsi Bengkulu
    Museum Bengkulu terletak di bagian selatan dari jalan utama kota Bengkulu, yaitu di jalan Pembangunan. Disini kita dapat melihat berbagai macam benda benda bersejarah. dan juga baju batik buatan Bengkulu yang dinamakan kain Besurek.
     
  • Rejang Lebong
    Air Panas dan Air Terjun Suban
    Terletak 6 km dari Curup yang dihubungkan oleh jalan aspal. dan terdapat air panas serta dua air terjun. oleh pemerintah dibangun berbagai macam fasilitas umum untuk menunjang pariwisata di sana.
     
  • Danau Pematang
    Terletak 16 km dari Curup dan dapat dicapai dengan mudah dengan transportasi umum. Danau ini dikelilingi oleh perbukitan. Bukit Kabal Terletak 19 km dari Curup dengan jalan aspal yang menghubungkannya. Dengan tinggi sekitar 1,936 m diatas permukaan laut dengan keindahan alam yang menakjubkan.
     
  • Danau Tes
    Terletak 51 km dari Curup di Kecamatan Lebong Selatan, Danau ini adalah danu terbesar di propinsi Bengkulu dengan jarak 3 km. dan digunakan juga sebagai pembangkit listrik tenaga air. Tempat ini juga biasanya sebagai tempat peristirahatan bagi turis untuk melihat panorama yang indah dan matahari terbenam.
     
  • Kolam Renang Tabarena
    Terletak 4 km dari Curup yang dihubungkan oleh jalan aspal. Tabarena adalah kolam renang alam yang berada di sungai dengan airnya yang bersih dan dingin.
     
  • Air Terjun Kepala Curup
    Terletak 29 km dari Curup dengan tinggi 100m. Dengan airnya yang segar dan sering dikunjungi oleh wisatawan.
     
  • Sungai Air Putih
    Terletak di Tambang Sawah, sekitar 15 km dari Muara Aman atau 80 km dari Curup. Sungainya terdiri dari air panas dan air dingin.

WISATA SPESIAL DI BENGKULU

  • Bunga Raflessia Arnoldy
    Semasa Pemerintahan Inggris, Bunga ini ditemukan pertamakali oleh Sir Thomas Raffles dan Dr. Arnoldy di Dusun Lubuk Tapi pada tahun 1818. Bunga ini adalah bunga terbesar di dunia dengan diameter 100 cm. Bunga ini membutuhkan 6 sampai 8 bulan untuk tumbuh dan 15 hari setelah itu untuk berbunga. Keunikan dari bunga ini adalah tidak adanya akar, daun dan batang.Tumbuhan ini termasuk parasit kerena tidak adanya Klorofil dan haustoria. Bunga ini dapat ditemukan di :
    Taba Penanjung I dan III, 40 km dari kota Bengkulu.
    Pagar Gunung village I, II, dan III in Sub-bagian Kepahiyang.
    Talang Ulu, Curup, Rejang Lebong.
    Air panas Suban, Curup, Rejang Lebong.
    Taba Rena, Curup, Rejang Lebong.
    Dusun Lubuk Tapi, Bengkulu Selatan.
    Desa Talang Tais, Padang Guci, Bengkulu Selatan.
     
  • Bunga Kibut (Amorphopalus Titanuum)
    Bunga ini sangat menarik dan cantik. Tidak memiliki batang dengan tetapi memiliki bunga yang tinggi sekitar 3 m dan kuat. Bunga ini tumbuh di sekitar Rejang Lebong mengelilingi Kepahyang, Bengkulu Utara, and Bengkulu Selatan.
     
  • Anggrek air Vanda Hookeriana
    Berdasarkan ahli tanaman yang datang ke Bengkulu, anggrek air inihjanya terdapat di Danau Dendam Tak Sudah yang terletak sekitar 5 km dari kota Bengkulu. Beberapa macam anggrek liar dan alami lainnya dapat pula ditemukan di propinsi Bengkulu.
     
  • Berbagai macam kekayaan hutan yang dapat ditemukan di Bengkulu seperti Kayu Medang, Meranti, Rattan, Damar. Tanaman lainnya yang dibudidayakan oleh masyarakat adalah Minyak sawit, getah karet, kopi, durians, jeruk, sayuran ,dan lainnya.
     
  • Fauna : Beberapa macam hewan seperti macan, kijang, gajah, monyet, rangkong adalah hewan yang menempati hutan di propinsi Bengkulu.
     
  • Taman Laut
    Taman ini terletak sekitar pulau Enggano.
     
  • Taman Nasional
    Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Terletak di Kecamatan Seblat sekitar 100 km dari kota Bengkulu. Taman Nasional lainnya terletak di Selatan Kaur, 80 km dari Manna. Taman ini merupakan bagian dari Taman Nasional Sumatera Selatan(TNSS I). Berbagai m,acam hewan dapat dijumpai di sana.
     
  • Taman Berburu
    Gunung Nanu'ua, hutan yang masih alami yang terletak di pulau Enggano.Hewan yang dapat diburu adalah : banteng liar, bore (babi liar), kijang, monyet, dan beberapa lainnya. Semidang Bukit Kaba, terletak di Taba Penanjung dengan luas area 15,300 ha.
     
  • Elephant Training Center (ETC) di Seblat
    Terletak di sebelah sungai Seblat, Putri Hijau, Bengkulu utara. Tempat latihan ini adalah salah satu dari tempat latihan yang ada di Indonesia(Way Kambas ETC, Lampung; Lhokseumawe ETC, Aceh; Sebangau ETC, Riau; Sebokor ETC, Sumatera Selatan). Untuk mencapai kesini dapat menggunakan kendaraan roda empat. terletak 132 km dari Bengkulu atau sekitar 3 jam perjalanan. Kita dapat melalui :
    Simpang Air Muring ke Desa Suka Maju, kemudian berjalan kaki sekitar 5 km.
    Simpang Desa, Kota Bani, Suka Merindu, dan Suka Baru. Sayang sekali, jalur ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Rabu, 21 Oktober 2009

 Tempat-tempat Jajanan asyik di Bandung

NASI GORENG

* Borobudur, Jl. Setiabudi
* Sumber Hidangan, Jl. Braga
* Braga Permai (porsi besar)
* Daerah Geger Kalong, dekat rental Prambanan
* Toko Yu, Jl. Hasannudin
* Jl. Bahureksa – depannya SMPK 4 BPK
* Nasi Goreng Bejo, kantin Fisip UNPAR
* Nasi Goreng JL. Rajiman
* Jl. Sadewa
* Jl. Kresna (depan salon, dekat lapangan)
* Nasi Goreng Ohar di dalem pasar baru. Yang ini juga enak, kalau tidak tau tempatnya tinggal minta ditunjukkan kepada pedagang di sana tentang nasi goreng Ohar.
* Nasi Goreng Jl. Kresna (depan Salon, deket lapangan)
* Nasi Goreng di Abadi (dulunya the Tanabe), Jl. Setiabudhi
* Nasi Goreng Ikan Asin, di Kafe Batu, jl. Burangrang
* Nasi Goreng Ikan Asin, di Gerbong Antrik (alamat menyusul – lupa)
* Nasi Goreng Jl. Pasirkaliki. Di sejajaran Gereja Hok Im Tong, sesudah melewati jalan semar nah di situ khan banyak orang jualan, cari salah satunya … enak loh and banyak.
BASO TAHU
* Borobudur, Jl. Setiabudi
* Baso Panghegar Jl. Holis
* Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu
* Baso Tahu Tegallega, deket Gg. Jaya, pas didepannya Jl. Otista 457 (hanya malam)
* Baso Tahu Wibisana, Jl. Rama
* Sasa di pengkolan Jl. Supratman
* Sari-sari di deket pengkolan Jl. Ranggamalela – Sultan Agung
BATAGOR
* Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu (katanya berdus-dus dibawa ke Surabaya)
* Jl. Purnawarman (dekat pintu keluar tempat parkir Gramedia)
* Jalan Cibadak (depan toko buku merauke)
* Jl Burangrang, di Martabak San Fransisco
* Jl. Bungsu (deket toko kue 10 Satu)
* Batagor di Simpang Dago dan Kopo
* Batagor RIRI Jl. Burangrang
* Batagor 99, Jl. Pasirkaliki bawah, sebelum stopan pajajaran
GUDEG
* Jl. Lombok deket EEP (pindahan dari jalan Banda)
* Jl. Surya Sumantri (sejajar museum Barli)
* Gudeg Kabita, Jl. Jend Sudirman seberang rest. Phoenix
* Gudeg Jogya Jl. RE Martadinata
* Jl. Ksatriaan (dulunya gudeg Capitol) – hanya pagi
* Jl. Semar dekat gereja Hok Im Tong (sampai siang)
* Gudeg Aloy Jl.Sultan Agung
BASO MALANG
* Jl. Cihampelas, deket wartel/St. East (sore jam lima s.d. malem)
* Jl. Rajiman antara Likmi dan SD Paulus
* Jl. Cipaganti (dekat Mesjid Raya Cipaganti)
* Warung di Jalan Surya Sumantri (buka pagi-siang) sedikit di bawah Maranatha, sebelah kanan kalau masuk dari Terusan Pasteur.
* Sekitar Mesjid Istiqamah Jl. Citarum
* Bakso malang Jl. Burangrang deket restoran Sedep malem (sore jam 4)
* Bakso Malang Jl. Karapitan
BASO KUAH
* Depan Hotel Panghegar
* Baso Panghegar Jl. Holis
* Mie Baso pangsit, Jl. Lombok deket prapatan Aceh
* Baso sapi/pangsit/wonton udang kuah di Bakmi Ayam Jakarta, Jl.Cihampelas
* Gang Kebon Karet (Jl. Otista seberang Danamon), di sini semacam Pujasera
LONTONG KARI (atau Kupat Tahu)
* Deket Gubernuran, masuk gang (alamatnya yang persis, kalau ada yang tahu!!) mentok Jl. Semar (masuk lewat Paskal) – pagi
* Gang Kebon Karet (Jl. Otista seberang Danamon), di sini semacam pujasera
* Jl. Bengawan masuknya dari Jl. Cendana lebih dekat (dulu di Jl. Cihapit)
MIE / YAMIEN
* Mie rica Jl. Kejaksaan (sebelah dekat braga)
* Gg. Bapa Supi
* Gg. Luna (sudirman – andir)
* Jl. Balonggede (masuk dr dalem kaum sblh kiri)
* Mie Naripan, di perempatan Jl. Sunda dan Naripan
* Baso Panghegar, depan Toko You, jl. Hasanudin
* Mie Akung, Jl. Lodaya
* Mie Jl. Kebon Tangkil
* Mie Jl. Astana Anyar
* Yamien Medan jalan Tamim
* Kupat Tahu, Lotek, terus ama Mie Ayam , jalan Alketeri
* Mie Abadi (dulunya teh Tanabe), Jl. Setiabudhi
* Mie Akim, Jl. Rama (baso, baso tahu, nasi tim)
* Jl. Banda (Nursijan)
* bakso Si… Mantap Jl. Selontongan No 1 Buah Batu
MIE KOCOK
* Jl. Banteng
* Jl. H. Akbar, depan Kartika Sari
* Mie kocok Jl. Sunda deket Biliard Manhattan
* Jl. Semar (masuk lewat Paskal) – pagi
* Jl. Sunda (deket Manhattan Billiard)
LOMIE
* Jl. Suwatama
* Jl. Kalipahapo
* Jl. Gardujati (Restoran Utara)
* Jl. Astana Anyar
* Jl. Gardujati, sejajar dengan restaurant Dunia Baru
* Lomie di Jl. Rama, yang jualan Kwo Tie
KWE TIAUW SAPI, GORENG, SIRAM, BUN, dll..
* Jl. Gardujati (deket gereja hokimtong)
* Jl. Rajiman (warung artomoro)
* Jl. Astanaannyar seberang Bank Prima Express
* Jl. Sadewa – Indomie kwetiau siram
SATE
* sate ayam jl. maulana yusuf
* sate banyumas (pasar simpang, dago)
* sate jl. kejaksaan (jl.Tamblong ke kiri) samping binatu
* sate kambing pak karjan jl. pasirkaliki
* sate di depan mie naripan (sore )
* sate Madura di jalan Anggrek (masuknya lewat Riau)
* (sate & gule) Warung Tegal di deket jalan Tol Pasteur (lewatnya dari Maranatha ke paskal)
* Sate Hadori di seberang Stasiun KA (pangkalan Angkot) masuknya lewat Jl. Kebonjati .. setelah liat Jl. Dulatip, belok kanan
* Sate kambing Jl.Balonggede … (seberang Palaguna Plaza ) masuk lewat Dalem Kaum .. sebelah kiri
* Sate Ayam Jl. Gatot Subroto (pujasera)
* Jl. Karang anyar (Bareng tukang juice)
* Jl. Aceh (blk. tukang besi, 100 m dari stopan)
* Sate ayam Blora, Jl. Pasirkaliki. Dari selatan, sebelum perempatan Pajajaran PsKaliki sebelah kanan….di trotoar, malam
JAGUNG BAKAR 4 RASA
* seberangnya Gelael Dago
* Cibadak deket tukang Jus / milk Shake
AYAM GORENG
* Ayam Goreng Suharti
Dago dan sekitarnya: 420-8244/420-3127
Cipaganti dan sekitarnya: 203-8677/232-188
* Jl. Panaitan (Ayam Goreng Nikmat)
* Jl. Semar & Surya Sumantri (Ayam Semar)
* Jl. Ayam Goreng Brebes, arah ke Lembang (pas belokan ke kanan, sebelum pom bensin).
* Ayam Goreng / Bakar + usus + lalap + sambel “Ngudi Rahayu”, tempatnya di Jl. Lombok depannya RCTI
* Ayam Suniaraja (Pojokan, depan Hotel Panghegar)
* Ayam Goreng Tepung Lamping, Jl. Lamping, Cipaganti
* Ayam goreng Ma Uneh, Pajajaran (sore jam 5) – deket tempat orang buta
* Ayam Goreng Facktoy (Warung di Suniaraja), deket Hotin
* Ayam Jogja Jl. Putri dan Jl Kejaksaan
* Ayam POP Ciumbeluit atas, sesudah UNPAR
* Ayam rica di Jl Setiabudhi (masuk gang) kira-kira 200m setelah enhaii sebelah kiri
* Sebelahnya ayam goreng Brebes dan sebelahnya ayam goreng 2001, Lembang. sambelnya lebih enak dari Brebes)
* Ayam goreng Raben, Ciumbeluit
BUBUR AYAM
* Jl. Asia Afrika (deket PR)
* Gg. Kasmin – Jend. Sudirman
* Jl. Jend. Sudirman, lewat caringin sebelah kanan, daerah jamika (malem)
* Perempatan Pasteur-Paskal, deket rumah makan Naya
* Mang Oyo, Dekat RS. Sumber Asih, depan lapangan, di depan Jl. H. Hasan & H. Wahid (daerah Dipati Ukur)
* Jl. Pajajaran (dari arah IPTN – melewati jalan Pandu sekitar 20-40 meteran, terletak di sebelah kiri)
* Pak Hamid (sebelah wartel dekat IPTN sebelah kiri jalan) dengan cabang jl. Kebon Kawung (dekat statsiun kertea api)
PEMPEK
* Pempek Rama, Jl. Rama — cobain pempek bakarnya !
* Jl. Karang Anyar, sedikit di bawah pempek Setiabudhi masuk lagi ke dalam gang.
* Pempek Pak Raden, Jl. Rama. Juga buka cabang di Dipati Ukur, bersebelahan dengan rumah makan Kapau.
* Pempek di pertigaan Kalipah Apo- Otista…di sebelah kiri..tempatnya kecil
ROTI BAKAR
* Jl. Gardujati (Nama tokonya ‘DUTI’)
* Jl. Kote (daerah Jl.Sudirman) harus malem
* Jl. Kasmin (daerah Sudirman)
RONDE JAHE
* Jl. Burangrang, Martabak San Fransisco
* Jl. Alketeri , Asia Afrika
* Jl. Sumatera (seberang bioskop Regent)
* Pujasera di Jl. Karapitan yang satu arah, sebelum bioskop Artha
LOTEK
* Lotek Kalipah Apo, Jl. Ciguriang – sebelah King Shopping
* Jl. Moh. Ramdan, dari arah Jl. Pungkur sebelah kiri
* Di komplek Sumber Sari, seberang BCA
* Jl Macan
* Jl.Kelenteng
* Jl. Mahmud (jam – jam Sekolah) ada nasi bakmoi dan rujak
* Jl. Haji akbar (deket Kartika Sari)
* Jl. Setiabudi (di pertokoan Borma)
SWIKEE (kodok)
* Jl Cibadak pengkolan jl Cibadak-astanaanyar.
* Jatiwangi Jl. Cihampelas.
* Jl. Gandapura, sebelah Next Computer
PEUYEUM
* Pasar Sederhana
* Di pinggiran Jl. Cihampelas banyak yang ngejual
SOP KAKI SAPI
* Di ujung Jalan Banceuy, seberang restoran Hotin. Namanya Sop Kaki / Babat Jakarta.
* Jl. Cikapundung ….(buka malem )
MASAKAN JEPANG
* Warung Jepang, deket simpangan Karang Anyar – Astana Anyar
* Hanamasa, Inazuki, Miyazaki
* Teppan Express di Jl. Pasirkaliki
* Suki Coca, Jl. Dago
* Hoka-hoka Bento (di jalan apa saja ya?)
MASAKAN MANDARIN
* Phoenix, Jend Sudirman
* Chinese Food, Jl. Sunda, persis seberang Yogya Dept. Store
* Jl. Paskal, depan Hotel Familie II (sidewalk alias pinggir jalan)
* Masakan Mandarin di Jalan Yo Soen Bie… yang enak sapi cah kailan, ayam nanking
* Rose, Jl. Ahmad Yani (rekomendasi : cah kangkung, ayam cah shantung)
* Dunia Baru, Jl. Gardujati
* A Siong, Jl. Kebon Kawung (sejajaran dengan martabak Canada)
* Pujasera Jl. Burangrang
STEAK
* Road Cafe, di Jalan Cilaki
* Chiba, Jl. Dr. Rum
* Pasadena, di daerah Sukajadi. Dari bawah (arah pasirkaliki) lurus terus sampe pom bensin, trus ada perempatan, belok kiri, langsung kiri lagi,udah nyampe.
* Milala, Jl. Lombok dekat SMAN 5
* (STEAK a la Jepang) Ichiban, Jl. Abd. Rahman Saleh
* Di sebelahnya ENHAII, d sebelah bawahnya….agak masuk tempatnya.
* Taboo, Jl. Burangrang. Kalo nggak salah di sebelahnya Wartel, & rada deket sama BankBali.
* K’One El’s – ada di belakang Unpar. Ada chicken steak, mie premix, nasi goreng, Bitter Ballen, Lumpia
* Tizis, Jl. Kidang Pananjung, Dago
* Glosis, daerah Ciumbuleuit
* Jl. Sadewa
* Bayou steak
RUJAK/ASINAN
* Jl. Tengku Angkasa, Dipati Ukur
* Jl. Kalipah Apo , tempat lotek Kalipah apo
* Jl. Kelenteng
* Jl. Macan
* Rujaknya sumber sari
KUPAT TAHU & TAHU
* Pasar Balubur, di belakang tukang buah, persis pinggir Jl. Kebon Bibit, depan apotik
* Jl. Putri (ujung)
* Tahu Yun Sen, Jl. Jendral Sudirman
* Kupat Tahu di Jl. Gempol Wetan (deket pasar, pagi)
* Kupat tahu petis di pertigaan Jl. Reog Jl. Angklung
* Kupat tahu petis di Jl. Pungkur, di sebelah Bengkel Teknik Willy’s
SOTO
* Soto Bandung dan Aneka Jajanan Buka Puasa Jl.Macan, Buah Batu
* Soto Po Jl. Kelenteng
* Soto Po Jl. Veteran (sebelum Jl.A.Yani, setelah Jl. Sunda)
* Soto Banjir Jl. Astana Anyar
BAKERY
* La Belle, Jl. Dago, Kroket Keju
* Sweet Heart, Jl. Bawean dan Riau, Nougat Cake & Wafer Coklat
* Rasa, Jl. Tamblong (Ice Cake, Black Forest)
* Abadi, Jl.Purnawarman, Bagelen Basah
* French, Jl. Braga
* Victoria, Jl. Pagergunung
KUO TIE
* Kuo Tie Santung, Jl, Pasirkoja
* Kuo Tie di Jl Cibadak
* Kuo Tie, Jln.Martadinata
* Kuo Tie Utara Jl. Gardujati
* Kuo Tie Jl. Rama
MARTABAK
* San Fransisco Jl. Burangrang
* Martabak Jagung Jl. Sudirman deket pasar Andir
* Martabak Capitol Jl. Sudirman deket Capitol Plaza
* Martabak Canada Jl. Kebon Kawung
* MARTABAK HOLLAND Jl. Cibadak
* Gg. Kasmin – Jend. Sudirman
* Martabak Rumah Makan Asia di Jl. Cipaganti setelah perapatan Eyckman
KEPITING (Saos Tirem biasanya )
* Restoran Shantung Jl. Pasirkoja
* Restoran Rose Jl. Ahmad Yani
* Seafood Jl. Sulanjana
SEAFOOD
* Inti Laut (Restoran) Jl. Pasirkaliki
* Pancoran (Restoran) Jl. Terusan Pasteur
* Nelayan (Restoran) Jl. Terusan Pasteur
NASI KUNING
* Jl. PasirKoja (dari arah terusan Pasirkoja ….. trus ampe 10 m deket STOPAN Astana Anyar) harus sore / malam
* Jl. Gardujati (deket tukang juice) harus malem / sore juga
Rupa-rupa
* Warung Kemuning (mirip-mirip Warnasari lah..) di Jl. Kemuning deket Gereja Kemuning
* Warnasari, Jl. Tamansari
* Jl. Kenari
* Semacam Pujasera di Jl. Sumatra…sebelum Regent sebelah kanan (malem)
* Nasi kabuli, shoarma, kebab di Pujasera Selasih (Jl. Pahlawan, dekat traffic light, pintu masuk ITENAS)
Es Campur
* Dekat Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu “Es Campur Bungsu” – Asal mula es campur OYEN.
* Es ‘campur’ di Sultan Plaza lt plg atas.
* Es Campur Jl. Putri
* Di Jalan utama Taman Kopo Indah sebelah kiri
Es Cendol
* Es Cendol Elizabeth Jln Cihampelas, deket Sapu Lidi Jeans
Aneka JUICE
* Aneka jus (hit: sunquist, marquisa, duren, fruitpunch) di Bakmi Ayam Jakarta, Jl. Cihampelas (sebelah Karya Umbi)
* Warna Sari Kantin, Jl. Taman Sari
* Kantin Sakinah, belakang pasar Simpang, JL. Tubagus Ismail
* Cibadak , Milkshake jus (tempatnya tukang jagong, pengkolan gang kasmin)
* Jl. Gardujati
* Jl. Kalipah apo
* Jl. Astana anyar (jeruk kelapanya )
* Jl. Rama (jus markisa plus jeruknya)
Yoghurt
* Jl. Cisangkuy (rekomendasi: fresh strawberry juice)
* Colombia, Jl. Dago (depan Borromeus)
Es Krim
* Braga Permai, jalan Braga. Strawberry specialnya
* “Rasa”, jalan Tamblong. Peach Melba, Sherry Temple
Masakan Padang
* “Uni Ju”, di jalan Buahbatu, sebelah Bank Niaga.
* Di belakang Toko Roti Merdeka (jl. Purnawarman)
* jalan Asia Afrika
* “Ibu Mus” Jl. Buah batu, ini kalo yang suka bumbu yang kuat
Gepuk
* Gepuk Nyonya Yong di jl RE Martadinata, Jln Setia Budhi
Lumpia, Nasi berkat, tumpeng
* Lumpia Semarang, jl Badak Singa
Makanan murah meriah dan bisa nongrong khusus malem (Pindahan dari jalan Supratman). Ada steak, nasi goreng, bandrek, Bajigur, jagung bakar, goreng gorengan, sate,dll
* Jl. Cihapit
Susu Murni
* di Sumur Lembang (Susu Murni Lembang)
Kue Sus
* Kue sus Merdeka.
Pisang Molen
* Kartika sari, dekat Station Kereta api